Pemerintah Gratiskan Biaya Akses Data Calon Investor Migas
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Jakarta: Pemerintah membebaskan biaya untuk mengakses data bagi para calon investor atau kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) peserta lelang wilayah kerja (WK) atau blok migas.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Cahyono Adi menjelaskan sebelumnya calon KKKS dikenakan biaya maksimal USD80 ribu atau sekitar Rp1,2 miliar untuk mengakses data terkait blok migas yang dilelang. Besaran pengenaan tarif yang dikenakan sebelumnya tergantung dari data yang diakses per kilometernya.

Agus bilang kebijakan pembebasan ini mulai diterapkan pada saat lelang blok selanjutnya. Artinya tidak berlaku bagi lelang yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Kebijakan yang kita keluarkan untuk WK selanjutnya setiap peserta yang ikut lelang, jadi ambil bid dokumen untuk evaluasi, kita berikan akses datanya dengan tarif nol," kata Agus di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 2 November 2018.

Agus menjelaskan pembebasan biaya pada para calon KKKS diberikan dengan alasan sedikit peserta yang meminta untuk membuka data. Dalam delapan tahun terakhir terdapat 215 kali lelang yang mana dalam periode tersebut pembukaan akses data hanya dilakukan oleh 223 peserta.

"Artinya kalau ditanya apakah merugikan negara? Ya tidak. Sebab kalau di rata-rata setiap kali lakukan lelang WK hanya ada 1-2 peserta yang mengakses data. Berarti hanya dapat USD80 ribu," tutur dia.

Ia mengatakan tujuan dibebaskan agar banyak yang ikut lelang. Namun, lanjut Agus, apabila calon KKKS tersebut telah dinyatakan menang lelang, maka mereka wajib membayar biaya akses data tersebut.

"Silakan semasa lelang kita berikan akses (gratis) tapi kalau dia pemenang baru bayar," jelas Agus.

Meski demikian lanjut Agus untuk pendaftaran lelang calon KKKS tetap harus membayar biaya pendaftaran sebesar USD5.000 atau Rp75 juta. Uang ini langsung masuk ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP).



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id