Illustasi. Dok:AFP.
Illustasi. Dok:AFP.

Akhir Januari, Penyampaian Evaluasi Calon Kontraktor Blok Corridor

Ekonomi skk migas
Suci Sedya Utami • 24 Januari 2019 18:49
Jakarta: Pemerintah hingga kini masih belum memutuskan kepastian mengenai keberlanjutan kontrak Blok Corridor di Sumatera Selatan yang akan berakhir di 2023. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menunggu hasil evaluasi dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
 
SKK Migas menyatakan ada tiga kontraktor yang berminat dan telah menyampaikan proposal. Mereka yakni PT Pertamina (Persero) serta ConocoPhilips dan Repsol yang bergabung menjadi satu.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan hasil evaluasi ditargetkan rampung akhir Januari dan akan diberikan pada pemerintah. Ia bilang keputusan pemerintah tentu akan mempertimbangkan penawaran terbaik yang disampaikan masing-masing calon kontraktor. Termasuk terkait apakah pengelolaan Blok tersebut ke depannya dilakukan oleh lebih dari satu kontraktor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat penawaran yang terbaik. Apakah sendiri-sendiri atau bergabung bertiga. Tentu yang kita pastikan kepastian investasi terlaksana, kalau sendiri-sendiri komitmen investasinya seperti apa dan sebaliknya," kata Tjip sapaan akrab dirinya di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Januari 2019.
 
Mantan Direktur Pertamina ini mengatakan Bos ConocoPhilips rencananya akan datang ke Indonesia dan bertemu dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Dalam pertemuan nanti, kata Tjip, salah satunya membicarakan usulan mereka mengenai Blok Corridor.
 
Sebagai informasi, Blok Corridor saat ini dioperatori ConocoPhilips dengan hak kelola 54 persen. Pemegang hak kelola lainnya adalah PT Pertamina sebesar 10 persen dan Repsol Energy 36 persen.
 
Kepemilikan hak kelola Repsol Energy awalnya tidak sebesar itu. Namun setelah membeli hak kelola Talisman Energy Inc senilai USD8,3 miliar, perusahaan asal Spanyol itu kini memiliki 36 persen dari blok tersebut.
 
ConocoPhilips mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Kontrak Blok Corridor berakhir 19 Desember 2023. ConocoPhilips sudah mengajukan proposal perpanjangan kontrak di Blok Corridor pada akhir September 2018. Selain ConocoPhillips, Pertamina mengajukan proposal mengelola Blok Corridor ke Kementerian ESDM.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif