Menteri ESDM Ignasius Jonan. (MI/Panca Syurkani).
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (MI/Panca Syurkani).

Kementerian ESDM Batalkan IUPK Tanito Harum

Ekonomi kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 20 Juni 2019 21:26
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencabut atau membatalkan kontrak perpanjangan yang diberikan pada PT Tanito Harum yang telah diberikan pada Januari lalu.
 
Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan pihaknya mendapat salinan surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo terkait revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batu bara.
 
Revisi ke-enam PP tersebut memang hingga saat ini belum kunjung selesai. Hal ini menjadi hambatan bagi Perjanjian Karya Pengusahaan Batu Bara (PKP2B) generasi I yang akan habis kontraknya untuk mendapatkan perpanjangan menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Hanya PT Tanito Harum yang telah mendapatkan perpanjangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belakangan kami terima copy tembusan dari Ketua KPK pada Pak Presiden yang bilang kalau revisi amandemen PP 23 ini pada intinya wajib mengacu pada UU Minerba 2009. Akibatnya, perpanjangan kontrak atas nama PT Tanito Harum tidak ada," kata Jonan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Mantan Menteri Perhubungan ini bilang pihaknya telah mengajukan revisi PP tersebut sejak sembila bulan lalu. Hanya saja hingga kini belum mendapat tanggapan dari presiden.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan selain mengacu pada revisi PP 23, perpanjangan juga akan mengacu mengenai aturan terkait dengan penerimaan negara yang harus lebih baik dari IUPK batu bara.
 
Sebelumnya KPK mengendus praktik hitam terkait perpanjangan kontrak Tanito Harum. KPK menilai mekanisme perpanjangan kontrak selama 20 tahun yang diberikan Dirjen Minerba ke Tanito Harum tidak sesuai dengan regulasi.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif