Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani. Medcom/Annisa Ayu Artanti.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani. Medcom/Annisa Ayu Artanti.

Bos PLN: Pegawai tak Perlu Cemas Soal Pemotongan Gaji

Ekonomi pln
Suci Sedya Utami • 08 Agustus 2019 21:04
Jakarta: Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengimbau agar pegawai tidak perlu khawatir terkait kabar pemotongan gaji untuk membayar kompensasi pemadaman yang terjadi pada Minggu kemarin.
 
Sripeni menegaskan kompenasi yang diberikan bagi para pelanggan terdampak pemadaman tidak menggunakan dana yang berasal dari pemotongan gaji karyawan.
 
“Kepada insan PLN jangan khawatir. Mari fokus bekerja melayani masyarakat. Manajemen tidak akan melakukan pemotongan yang berkaitan dengan kompensasi kepada pelanggan,” kata Sripeni dalam keterangan resmi, Kamis, 8 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Direktur Utama Indonesia Power ini menjelaskan mekanisme pembayaran kompensasi sudah diatur pemerintah. Kompensasi tersebut diberikan karena tingkat mutu pelayanan tidak terpenuhi. Artinya sebagai perusahaan publik yang harus memastikan masyarakat menikmati tingkat layanan tertentu, maka apabila tidak berhasil, PLN harus memberikan kompensasi.
 
"Kami tegaskan bahwa tidak ada relevansi antara gaji dan kompensasi" imbuh dia.
 
Kompensasi diberikan dalam bentuk non tunai, dimana hukum dan peraturannya mengacu kepada Permen ESDM No. 27 tahun 2017. Caranya dengan memberikan kompensasi berupa pengurangan tagihan listrik yang harus dibayar di Bulan Berikutnya.
 
Kompensasi akan diberikan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen golongan tarif adjustment. Kemudian 20 persen dari biaya beban atau rekening minimum untuk konsumen Non Adjustment. Berlaku untuk rekening bulan berikutnya.
 
Sementara untuk pelanggan prabayar, pengurangan tagihan disetarakan dengan pengurangan tagihan untuk tarif listrik reguler. Pemberian kompensasi akan diberikan pada saat pelanggan membeli token berikutnya (prabayar).
 
Khusus untuk pelanggan premium, PLN akan memberikan kompensasi sesuai Service level Agreement (SLA) yang telah ditandatangani bersama.
 
Terkait padamnya listrik di Sebagian Jawa Bagian Barat, DKI dan Banten kemarin,PLN mengalokasikan biaya kompensasi sebesar Rp865 miliar sesuai dengan hitungan yang telah ditetapkan.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif