Belum Sesuai Target

KESDM Maksimalkan Capai Target Lifting Minyak

Suci Sedya Utami 10 Juli 2018 10:27 WIB
minyak mentah
KESDM Maksimalkan Capai Target <i>Lifting</i> Minyak
Gedung Kementerian ESDM (Foto: dokumentasi Setkab)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi lifting atau produksi minyak hingga semester I-2018 belum mencapai target. Dari target sebanyak 800 ribu barel per hari yang terealisasi baru mencapai sebesar 771 ribu barel per hari.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan belum tercapainya target lifting tersebut karena masih banyak minyak yang belum diangkut dari tangki. Dirinya memastikan bahwa Kementerian ESDM siap memaksimalkan pengangkutan minyak.

Disebutkan ada beberapa penyebab yang membuat stok minyak di tempat penampungan belum diangkut seluruhnya salah satunya yakni menunggu jadwal kapal pengangkut minyak. "Di depot masih ada 5,2 juta barel. Nanti kami lifting. Jadi lifting naik," kata Djoko, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

Otoritas memprediksi lifting minyak sampai akhir tahun hanya mencapai 775 ribu bph atau setara 97 persen dari target. Tidak hanya minyak, lifting gas pun realisasinya masih di bawah target. Dari target 1,2 juta barel setara minyak per hari, baru mencapai 1,152 juta barel setara minyak per hari atau 96 persen dari target.

Hingga akhir tahun, lifting gas diprediksi mencapai 1,116 juta barel setara minyak pe hari. Djoko mengatakan lifting gas yang belum tercapai karena serapan dalam negeri yang belum optimal di mana salah satunya dari PT PLN sebagai konsumen terbesar di domestik yang mengurangi penggunaan gas untuk bahan baku dikarenakan harga gas yang mahal.

PLN menggunakan gas sesuai kondisi. Pembangkit berbahan gas hanya digunakan saat beban puncak yakni pada pukul 17.00 hingga 23.00. Sedangkan di siang hari perseroan lebih banyak menggunakan batu bara.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id