Divestasi Saham Freeport Diharapkan Dilakukan Sebelum Akhir Juli 2018
Ilustrasi (AFP PHOTO/OLIVIA RONDONUWU)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan hasil negosiasi divestasi saham PT Freeport Indonesia bisa dilakukan sebelum waktu Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sementara habis pada 31 Juli 2018. Adapun Kementerian ESDM kembali memperpanjang IUPK sementara untuk Freeport Indonesia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menilai dengan diperpanjangnya IUPK sementara dari 4 Juli menjadi 31 Juli 2018 membuat Freeport Indonesia dan Inalum memiliki kesempatan membahas penyelesaian divestasi.

"Jadi penyelesaian Inalum dan Freeport Indonesia bisa menyangkut beberapa aspek seperti masalah divestasi dan kelanjutan operasional seperti apa," kata Bambang Gatot, dalam sebuah konferensi pers, di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.



Menteri ESDM Ignasius Jonan berharap finalisasi akuisisi 51 persen saham Freeport Indonesia bisa dilakukan dalam kurun waktu satu atau dua minggu mendatang. "Kalau pemahaman bersama, harusnya Freeport McMoran siap untuk mengumumkan dan dibuat legal drafnya. Kalau legal drafnya cepat, 1-2 minggu sudah selesai," tutur Jonan di Washington DC.

Namun demikian, lanjut Jonan, ada hal yang harus dipahami seperti apakah PT Inalum (Persero) sudah siap untuk proses akuisisi. Kesiapan itu menjadi penting agar transisi yang terjadi tidak memberikan beban terhadap laju operasional yang nantinya bisa memberikan hambatan bagi kinerja bisnis Freeport Indonesia.

"Saya lagi dan sudah memberitahu Dirut Inalum, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN untuk Inalum siap enggak untuk proses akuisisi ini, karena saya kira Inalum juga mencari pinjaman untuk melakukan akuisisi ini, kalau itu siap, semua selesai," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id