Deputi bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Deputi bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

PGN Telah Lunasi Pembayaran Akuisisi Pertagas

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn) pertagas
Suci Sedya Utami • 15 Maret 2019 11:42
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan anak usahanya PT PGN (Persero) Tbk telah melunasi biaya akuisisi PT Pertamina Gas atau Pertagas pada bulan ini.
 
Deputi bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pelunasan akusisi anak usaha PT Pertamina (Persero) itu menggunakan kas internal PGN.
 
"Iya, yang promissory note kan? Yang sisa pembayarannya? Sudah lunas kok itu, baru-baru ini dilunasinya, sekitar satu atau dua minggu lalu," kata Fajar di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Kamis, 14 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam informasi keterbukaan di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), PGN menyampaikan telah menyelesaikan pelunasan Surat Sanggup (promissory note) beserta bunga dengan total nilai sebesar Rp10,22 triliun. Surat Sanggup tersebut ditandatangani PGN dan Pertamina.
 
Dengan pembayaran tersebut maka PGN telah menyelesaikan transaksi untuk memiliki 51 persen saham Pertagas. Setelah proses ini selesai, Fajar mengatakan fokus pekerjaan selanjutnya yakni terkait operasional dan integrasi pipa gas.
 
"Masih banyak yang harus dibereskan, lalu mengenai SDM juga, harus dilihat lagi sama dengan Pertamina atau sama dengan PGN," pungkas Fajar.
 
Pada saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) yang dilakukan pada 29 Juni 2018 lalu, PGN sebelumnya direncanakan hanya mengakuisisi Pertagas dan anak usahanya, PT Pertagas Niaga saja.
 
Namun di tengah jalan, PGN dan Pertamina melakukan proses penilaian (valuasi) kembali atas akuisisi Pertagas. Proses penilaian kembali ini diperlukan karena PGN dan Pertamina telah memutuskan untuk mengikutsertakan empat anak usaha Pertagas yakni PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas dalam proses pengambilalihan saham Pertamina di Pertagas oleh PGN.
 
Sebagai konsekuensi atas hasil penilaian tersebut, harga pengambilahan saham Pertagas dan seluruh anak perusahaannya mengalami perubahan. Harga pembelian 51 persen saham Pertagas dan anak usaha yang semula sebesar Rp16,6 triliun menjadi Rp20,18 triliun. PGN mengakuisisi 2,59 juta yang setara dengan 51 persen dari seluruh saham di Pertagas termasuk kepemilikan di seluruh anak perusahaannya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif