Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Pertamina Belum Dapat Kepastian Kapan Pemerintah Bayar Kompensasi

Ekonomi pertamina
Annisa ayu artanti • 10 Juni 2019 17:09
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengakui hingga kini belum mendapat kepastian dari pemerintah terkait pembayaran kompensasi atas selisih harga penjualan bahan bakar minyak (BBM).
 
Padahal, kompensasi selisih harga penjualan BBM tersebut berkontribusi besar dalam kinerja keuangan perseroan tahun buku 2018. Perseroan dapat membukukan laba bersih sebesar USD2,53 miliar karena dorongan kompensasi pemerintah sebesar USD3,1 miliar.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sejauh ini pemerintah sudah memberikan janji akan membayarkan kompensasi tersebut. Namun semua tergantung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada (janji pemerintah), tergantung dari APBN itu kan. Semua yang subsidi ya begitu," kata Nicke di Gedung Sinergi 8, Komplek Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019.
 
Nicke mengatakan jika tahun ini pemerintah tidak membayarkan kompensasi tersebut, maka pos pendapatan akan ditaruh lagi menjadi salah satu pos pendapatan tahun depan.
 
"Iya, biasa saja. Semua yang subsidi pasti begitu. Lewat APBN, karena kalau subsidi anggaran di APBN, yang mengatur Kemenkeu," jelas Nicke.
 
Lebih lanjut, Nicke menambahkan keuangan perusahaan pelat merah ini masih cukup sehat meski pemerintah belum membayarkan kompnesasi tersebut.
 
"So far enggak ya. Kita ada dana sendiri," tukas Nicke.
 
Mengutip laporan keuangan perseroan, terdapat satu pos pendapatan yang membuat total pendapatan perusahaan meningkat signifikan. Pos tersebut adalah pendapatan usaha dari aktivitas operasi lainnya sebesar USD3,9 miliar. Padahal tahun lalu pos tersebut hanya berkontribusi dalam laba bersih sebesar USD740 juta.
 
Dalam pos tersebut bila ditelisik lebih dalam, terdapat kompensasi pemerintah atas selisih harga penjualan BBM. Kompensasi tersebut yang sangat berkontribusi besar yaitu sebesar USD3,1 miliar. Pada 2017 dalam laporan tidak ada kompensasi pemerintah atas selisih harga penjualan BBM.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif