Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif (berbaju putih). (FOTO: Medcom.id)
Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif (berbaju putih). (FOTO: Medcom.id)

CPO Diuji Coba Jadi BBM Ramah Lingkungan

Ekonomi pertamina
Ade Hapsari Lestarini • 27 Desember 2018 16:31
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menguji coba sumber energi baru ramah lingkungan dengan menggunakan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
 
Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif menjelaskan uji coba ini dilakukan pada 5-10 Desember 2018 di refinery unit (RU) III Plaju. Kilang ini mengolah CPO menjadi green gasoline (bahan bakar ramah lingkungan) dan green LPG melalui teknologi co-processing.
 
"Setelah dari beberapa teori dan referensi yang ada, kita lakukan di unit kilang Plaju. Kita masukkan ke sana CPO-nya dan ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Selama ini hanya skala kecil, tidak pernah dalam skala komersial. Ini baru pertama kali dilakukan di dunia untuk skala komersial sampai 20 ribu barel per hari," jelas Budi, dalam pemaparannya di hadapan media, di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan proses pengolahan CPO dilakukan di fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking Unit (RFCCU) yang berada di kilang Pertamina Plaju, berkapasitas 20 MBSD (ribu barel stream per hari).
 
Adapun CPO yang digunakan adalah jenis yang telah diolah dan dibersihkan getah serta baunya atau dikenal dengan nama RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil).
 
RBDPO tersebut kemudian dicampur dengan sumber bahan bakar fosil di kilang dan diolah dengan proses kimia sehingga menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan.
 
"Pencampuran langsung CPO dengan bahan bakar fosil di kilang ini secara teknis lebih sempurna dengan proses kimia, sehingga menghasilkan bahan bakar bensin dengan kualitas lebih tinggi karena nilai oktan meningkat," tambah Budi.
 
Hasil implementasi co-processing tersebut telah menghasilkan Green Gasoline Octane 90 sebanyak 405 MB per bulan atau setara 64.500 kiloliter (kl) per bulan dan produksi green LPG sebanyak 11 ribu ton per bulan.
 
"Selama seminggu (uji coba) itu, secara skala pilot hanya mencapai lima persen, tapi ternyata dioperasikan 2,5 persen spesifikasinya memenuhi persyaratan. Sampai 7,5 persen pun seperti itu. Namun sampai 7,5 persen minyak sawit kita sudah habis. Makanya kita hentikan dan kemudian dievaluasi, hasilnya juga mengejutkan bahwa nilai oktannya bisa naik satu, dari oktan 90,3 ke 91,7," paparnya.
 
Oleh karena itu, Pertamina berencana melanjutkan percobaan tersebut hingga mencapai oktan yang diharapkan, yakni sebesar 92.
 
"Itu baru di kilang Plaju. Kita punya kilang yang sama juga ada di Cilacap dan Balongan, nanti di ketiga balongan itu kita akan memasukkan kembali minyak nabati ke dalam kilang-kilang tersebut," ujarnya.
 
Budi berharap, ke depan penggunaan dan pemanfaatan green fuel ini bisa menyejahterakan petani. Selain itu, penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah pun semakin meningkat.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif