Presiden Joko Widodo/Foto: Biro Setpres
Presiden Joko Widodo/Foto: Biro Setpres

Jokowi Dapat Banyak Tekanan Rebut Freeport

Ekonomi freeport
Juven Martua Sitompul • 03 November 2018 15:54
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui banyak mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk merebut saham Freeport. Namun, Jokowi justru dituduh antek asing dalam perjuangan mendapat divestasi saham Freeport.
 
"Dipikir 3,5 tahun merebut ini mudah? Enggak ada ditekan kanan, kiri, atas, bawah? Kalau enggak ada tekanan ya dari dulu sudah dapat, kan," kata Jokowi di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Sabtu, 3 November 2018.
 
Jokowi juga mengakui divestasi saham Freeport bukan hal mudah. Negosiasi berlangsung alot.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jonan: Freeport Tinggal Dibayar Saja
 
Sebelum akhirnya dikuasai, Jokowi bahkan telah mengultimatum menterinya memiliki saham mayoritas Freeport, berapa oun besarannya.
 
"3,5 tahun akhirnya tandatangan agreement, tinggal konsorsium Antam bayarnya sekarang, rampung 51 persen," kata Jokowi.
 
Jokowi lantas mempertanyakan dalil orang yang menuding dirinya antek asing. Freeport, kata dia, dapat dikuasai sepenuhnya jika sumber daya manusia (SDM) Indonesia bisa mengelola sendiri.
 
"Kalau enggak siap enggak apa-apa bermitra dengan asing, national interest tetap nomor satu," ucap Presiden ke-7 Indonesia itu.
 

(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif