NEWSTICKER
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Pertalite Kian Menjadi Pilihan Konsumen

Ekonomi pertalite
Angga Bratadharma • 10 September 2016 16:46
medcom.id, Jakarta: Kadar oktan (Research Octane Number/RON) yang mencapai 90, di atas kadar oktan premium yang hanya 88, menjadikan kualitas pertalite jauh lebih unggul. Apalagi dengan harga jual berselisih tipis membuat produk yang diluncurkan PT Pertamina (Persero) pada akhir Juli 2015 itu semakin menjadi pilihan masyarakat.
 
Pengguna skuter matik Wyra Perdana mengakui, pertalite memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan premium. Hal ini yang membuat dia memilih menggunakan pertalite dibandingkan dengan premium.
 
"Saya lihat dari kualitasnya karena jelas sekali perbedaannya dibandingkan dengan menggunakan bensin biasa. Jadi lebih enak jalannya," ungkap Wyra, dalam keterangan tertulisnya, ketika ditemui di salah satu SPBU di Cakung, Jakarta, Sabtu (10/9/2016).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain kualitas yang lebih baik, sambungnya, pemilihan pertalite juga disebabkan harga jualnya tidak berselisih jauh dibanding premium. Saat ini harga jual pertalite di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar Rp6.900 per liter. Sementara untuk premium dibanderol Rp6.450 perliter.
 
"Faktor harga juga yang saya pikir membuat masyarakat beralih ke pertalite dan pertamax," kata Wyra.
 
Hal senada diungkapkan Akbar Firmansyah, pengguna skuter matik lainnya. Menurut dia, kualitas jenis BBM akan berpengaruh besar terhadap performa dan mesin kendaraan. "Perbedaan kualitas premium dengan BBM lain kan cukup signifikan. Untuk motor saya pakai pertamax," kata Akbar.
 
Secara terpisah, Director Operation Finance Danone Aqua Iwan Permata Iljas menilai, pergesaran pola konsumsi BBM masyarakat saat ini dari premium ke pertalite merupakan indikasi yang baik, meskipun hal ini dipengaruhi selisih harga jual yang berbeda tipis.
 
Peningkatan konsumsi pertalite dan pertamax diakui Sunar, pengawas SPBU34-17138, Cakung. Peningkatan konsumsi terutama terlihat setelah harga pertalite turun signifikan dibanding pada awal peluncurannya. Saat ini Pertamina masih membanderol pertalite Rp8.400 per liter.
 
"Jadi memang konsumsi pertalite naik karena sekarang selisih harganya juga sedikit," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif