Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: MI/Usman Kansong)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: MI/Usman Kansong)

Blok Masela dan Selat Makassar Diyakini Penuhi Kebutuhan Gas Indonesia

Ekonomi gas kementerian esdm
Usman Kansong • 28 Juni 2018 11:55
Washington: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memperkirakan kebutuhan gas alam di Asia, termasuk Indonesia, meningkat di masa mendatang.
 
Namun demikian, bersamaan dengan itu, produksi gas alam Indonesia juga meningkat.
 
Jonan menyampaikan hal itu ketika menjadi salah satu pembicara pada World Gas Conference, di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jonan menjelaskan meski kebutuhan gas alam untuk keperluan domestik meningkat, produksi gas alam Indonesia juga meningkat karena eksplorasi di Blok Masela, Maluku, dan Selat Makassar, Sulawesi.
 
Pernyataan Jonan ini sekaligus menjawab pertanyaan moderator diskusi Nobuo Tanaka bahwa sesuai dengan prediksi International Energy Agency (IEA) bahwa Indonesia pada 2040 akan menjadi importir gas.
 
Jonan menjawab prediksi IEA tidak salah, tetapi prediksi itu dibuat sebelum ditemukannya Blok Masela di Maluku dan Selat Makassar di Sulawesi.
 
Kapasitas produksi gas di Selat Makassar sebesar 1.000 MMSCFD, sementara Masela sekitar 1.200 MMSCFD. Operator di Blok Masela ialah Inpex dan Shell, sedangkan operator di Selat Makassar ialah Chevron.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif