Illustrasi. MI/Ramdani.
Illustrasi. MI/Ramdani.

PGN Siap Penuhi Kebutuhan Gas untuk Ibu Kota Baru

Ekonomi pemindahan ibukota
Annisa ayu artanti • 10 Juli 2019 19:44
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengakui sudah melakukan pembicaraan dengan pemerintah mengenai pemenuhan energi ramah lingkungan bagi Ibu Kota baru Indonesia.
 
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan sebagai sub holding gas, perusahaan siap untuk melayani kebutuhan energi di ibu kota baru.
 
"PGN telah beberapa kali berdiskusi mengenai potret kebutuhan gas bumi, khususnya di Pulau Kalimantan yang terkait dengan rencana persiapan pembangunan infrastruktur pipa gas bumi trans Kalimantan bersama regulator," kata Gigih kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di wilayah yang dijadikan ibu kota baru tersebut, PGN siap menyiapkan alokasi pasokan gas, mengembangkan infrastruktur serta melakukan pemanfaatan gas bumi.
 
"(PGN) juga secara aktif melaksanakan pembahasan pengelolaan energi di Indonesia, khususnya gas bumi sebagai bagian dari peran sub holding gas," ucap dia.
 
Gigih menambahkan pada dasarnya PGN sudah melayani kebutuhan pemenuhan gas bumi di berbagai wilayah seperti sektor industri, komersial, UMKM, rumah tangga dan transportasi. Oleh karena itu, mengenai pemenuhan gas di ibu kota baru PGN siap untuk bersinergi.
 
"PGN juga siap bersinergi dengan seluruh badan usaha, baik di sektor hulu dan hilir untuk pemenuhan kebutuhan energi baik dalam rencana pemindahan ibu kota," tukas dia.
 
Sebelumnya, ibu kota baru bagi Indonesia bakal dibangun dengan konsep modern sebagai kawasan green energy atau energi ramah lingkungan. Proses pembangunan awal rencananya dilakukan pada 2021.
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan desain infrastruktur dasar bakal mengakomodasi potensi kemampuan anak bangsa. Pengerjaan konstruksi pada lahan kosong di wilayah Kalimantan itu pun bakal dilakukan detail seperti penerapan jaringan gas kota.
 
"Di ibu kota baru ini tidak boleh lagi pakai LPG tapi dengan jaringan gas kota yang dibangun dari awal," kata Bambang.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif