Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Menkeu Mewaspadai Gejolak Harga Minyak

Ekonomi minyak
Eko Nordiansyah • 04 Juli 2019 17:49
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewaspadai gejolak harga minyak dunia terhadap keuangan negara. Pasalnya harga minyak sempat mengalami penurunan pada perdagangan kemarin, namun kembali melonjak pada perdagangan pagi tadi.
 
Menurut Sri Mulyani, pemerintah akan melihat pergerakan harga minyak global secara bulanan, atau rata-rata per tahun. Dirinya menambahkan tak bisa melihat dampak gejolak harga minyak terhadap keuangan negara secara hari ke hari.
 
"Jika harga di bawah asumsi maka penerimaan dari migas lebih turun, tapi berarti juga susbidi juga lebih rendah. Kita akan liat nanti dinamika sisi pendapatan dan belanja negara," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah juga memperhatikan perkembangan pertemuan antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Jika kedua negara mencapai kesepakatan terkait perang dagang maka diperkirakan akan membawa dampak positif bagi perkembangan global.
 
"Kalau di antara kedua pimpinan sudah sepakat dan kita harapkan kemudian akan ada kedekatan mengenai apa-apa yang akan diterima kedua belah pihak," jelas dia.
 
Harga minyak dunia naik pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), menjelang liburan Hari Kemerdekaan AS, setelah turun tajam sehari sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena data terbaru mengurangi kekhawatiran investor atas kelebihan pasokan.
 
Mengutip Antara, Kamis, 4 Juli 2019, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Agustus naik USD1,09 atau 1,9 persen menjadi USD57,34 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik USD1,42 atau 2,3 persen menjadi USD63,82 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sehari sebelumnya harga minyak jatuh lebih dari empat persen, setelah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global melebihi keputusan OPEC dan sekutunya untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak mentah. Untuk pekan yang berakhir 28 Juni, persediaan minyak mentah komersial AS turun 1,1 juta barel dari minggu sebelumnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif