Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Juli, Pertamina Serap Seluruh Minyak Mentah KKKS Domestik

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 14 Mei 2019 19:23
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan akan menyerap atau membeli seluruh crude atau minyak mentah hasil produksi milik kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dalam negeri pada Juli.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan dari total crude jatah KKKS yang seharusnya diekspor sebesar 225 ribu barel per hari, Pertamina sejak Januari hingga saat ini telah menyerap 135 ribu barel per hari.
 
""Kita sudah beli 135 ribu barel per hari, masih ada yang belum deal sehingga nanti Juli keseluruhannya yang 225 ribu barel per hari bisa diambil semua," kata Nicke di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nicke mengatakan sisa crude tersebut belum terserap semua saat ini lantaran harus melalui negosiasi dengan masing-masing KKKS. Sebab jual beli crude ini bersifat business to business (BtoB) antara Pertamina dan KKKS.
 
"Sisa crude domestik yang belum diambil, lagi di nego karena sifatnya BtoB, enggak bisa secara paksa," jelas Nicke.
 
Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sember Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan aturan yang mewajibkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menawarkan produksi minyak mentah (crude) bagiannya yang diekplorasi di dalam negeri kepada PT Pertamina (Persero).
 
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan langkah ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengurangi impor minyak dan gas yang selama ini dilakukan oleh Pertamina. Impor minyak dan gas selama ini tinggi dan menjadi penyumbang defisit neraca transaksi berjalan.
 
"Masa yang dari produksi kita di dalam dilelang di Singapura. Pertamina yang butuh minyak mentah malah beli dari Singapura," kata Jonan pada September tahun lalu.
 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menambahkan produksi minyak mentah yang menjadi bagian KKKS sekitar 225 ribu-230 ribu barel per hari. Arcandra menilai potensi penghematan devisa untuk membayar impor berasal dari biaya transportasi.
 
Dia mengatakan jika melakukan impor, Pertamina dikenakan harga USD70 per barel, termasuk biaya untuk transportasi. Namun jika membeli di produksi yang ada di dalam negeri milik KKKS, harganya sesuai dengan pasaran tetapi ditambah biaya transportasi yang per barel sebesar USD3-4 per barel.
 
Arcandra melanjutkan harga pembelian minyak mentah tersebut yang nantinya diserahkan kepada Pertamina dan KKKS yang bersangkutan akan bersifat business to business (BtoB).

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif