Pertamina: Perubahan Formula Premium Cerminkan Kondisi Terkini

Suci Sedya Utami 27 November 2018 11:44 WIB
pertaminaharga bbm
Pertamina: Perubahan Formula Premium Cerminkan Kondisi Terkini
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati - - Foto: MI/ Immanuel
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menilai rencana revisi formula harga bahan bakar minyak (BBM) penugasan jenis Premium mencerminkan kondisi saat ini. Formula tersebut tengah digodok oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan beberapa parameter dan formula penyesuaian harga harus disesuaikan dengan pergerakan harga minyak dunia. Revisi tersebut juga semestinya sejalan dengan laporan audit pelaksanaan BBM penugasan di tahun lalu.

"Harga atau formulanya lebih relevan dengan kondisi terakhir," kata Nicke di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 26 November 2018.

Namun demikian, Nicke tidak bisa memastikan bila penyesuaian ini bakal berdampak pula pada kenaikan harga BBM lantaran mengikuti pergerakan harga minyak dunia.

"Kalau harga kami enggak bisa menaikkan karena itu sudah diatur kan," tutur Nicke.

Ditemui di lokasi yang sama, Corporate Secretary Pertamina Syahrial Mukhtar mengatakan pihaknya mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Formula tersebut memang perlu disesuaikan. Sebab pertama dikeluarkan formula untuk Premium menggunakan basis pergerakan harga minyak di level USD40-an per barel. Sementara saat ini, telah bergerak ke level USD60-USD70-an per barel.

"Formula dibikin tentunya untuk harga (eceran) berpatokan ke sana. Tapi kan beberapa masa terakhir harga enggak aktif menyesuaikan. Kan ada beberapa pertimbangan, misalnya daya beli masyarakat. Jadi bahwa harga yang ditetapkan sesuai formula itu bisa saja, tapi begitu ada pertimbangan daya beli lain lagi ceritanya," jelas Syahrial.

Sebelumnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan penyesuaian formula harga Premium mengikuti pergerakan harga minyak dunia sejak 2017. Tahun lalu pergerakan minyak dunia mengalami penguatan. Arcandra mengatakan formula anyar nantinya bakal mencerminkan harga keekonomian yang sesungguhnya. 

"Kan formulanya sudah lama waktu itu sementara harga minyak, harga perolehan, harga pengangkutan dan lain-lain sudah berubah. Nah formulanya kita adjust, diseuaikan dengan kondisi harga minak sejak 2017," kata Arcandra.




(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id