Mantan Bos Pertamina Ungkap Intervensi Berlebihan Menteri BUMN

Suci Sedya Utami 22 November 2018 19:51 WIB
pertaminabbm
Mantan Bos Pertamina Ungkap Intervensi Berlebihan Menteri BUMN
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik. Medcom/Ayu.
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik buka-bukaan mengenai campur tangan atau intervensi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno terhadap perusahaan migas tersebut.

Dalam acara legacy talk Ganesha ITB 83, Massa mengatakan salah satu intervensi yang ia nilai berlebihan yakni penempatan direksi di tubuh Pertamina. Menurut Massa direksi di Pertamina terlalu gemuk. Ia berkeinginan untuk memangkasnya.

"Waktu saya di PTPN, direksinya ada lima (saya pangkas) jadi tiga direksi. Kenapa ini Pertamina direksi delapan, (mau saya pangkas) jadi lima, sekarang jadi 11? Tidak setuju saya dengan menteri. Fundamental harus diperjuangkan," kata Massa di Energy Building, Jakarta Selatan, Kamis, 22 November 2018.

Menurut Massa diperlukan ketegasan dalam memimpin BUMN. Dia bahkan memilih bersikap untuk tidak selalui menyetujui setiap perintah atasan.

"Nyali itu perlu, supaya jangan sama menteri 'iya' terus," ujar dia.

Selain itu dia juga mengkritik komisaris BUMN yang menurutnya bekerja sangat lama. Dia bahkan baru mendapatkan persetujuan dari komisaris setelah melalui proses yang sangat panjang.

"Saya bilang kamu (komisaris) makan gaji gede bos, saya minta approval saja anda bisa memberikannya tiga bulan," tutur Massa.

Ia juga menilai sikap 'buang waktu' yang dilakukan DPR. Massa mengatakan selama 13 bulan menjadi Dirut Pertamina, dirinya harus melakukan Rapat Dengar Pendapat  (RDP) dengan DPR sebanyak 37 kali. Hal ini menurutnya sangat berbeda ketika dia bekerja di sektor swasta dengan hanya melakukan tiga kali RDP dalam setahun.

Banyaknya rapat tersebut menurutnya menyita waktu kerjanya sebagai Dirut Pertamina. Padahal, jika mau rapat, dia cukup diwakili dengan kementerian terkait seperti Kementerian BUMN atau Kementerian ESDM.

Kendati demikian, dirinya berpendapat, perbaikan di tubuh Pertamina bukan hal yang tidak bisa dilakukan. Hanya saja, untuk memperbaikinya, hal utama yang mesti dibenahi adalah memperbaiki kualitas orang-orang di dalamnya.

"Perlu diperbaiki strukturnya, saya di private sector itu RUPS tiga kali. Gila, kalau di Pertamina saya selama 13 bulan itu 37 kali ke DPR, RUPS, padahal itu juga yang dibahas, kapan kami kerjanya itu direksi," tegas Massa.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id