Penerimaan di Hulu Migas Tembus Rp157,6 Triliun
Ilustrasi (Foto: dokumentasi SKK Migas)
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) mencatat realisasi kinerja hulu migas hingga kuartal III-2018 masih seseuai untuk memenuhi target penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Diharapkan kondisi ini bisa terus membaik di waktu-waktu yang akan datang.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan hingga September 2018 penerimaan dari sektor hulu migas mencapai USD11,76 miliar atau sekitar Rp157,58 triliun (asumsi kurs Rp13.400). Capaian tersebut sebesar 51 persen dari total pertumbuhan penerimaan dan sekitar 99 persen dari target sebesar USD11,90 miliar.

"Diharapkan pada akhir tahun mencapai USD16,10 miliar atau 48 persen dari gross revenue dan sekitar 135 persen dari target APBN. Melampaui target yang ditetapkan pemerintah," kata Amien, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Sementara itu, untuk pengembalian biaya operasi hingga kuartal II di tahun inimencapai USD8,73 miliar atau sekitar 87 persen dari target di APBN yang sebesar USD10,09 miliar. Porsi pengembalian biaya operasi paling besar digunakan untuk membiayai kegiatan produksi sebesar 45 persen dan membayar biaya depresiasi sebesar 24 persen.

Selain itu, untuk kegiatan eksplorasi dan pengembangan sebesar 13 persen, biaya administrasi sebesar delapan persen, dan beban biaya lainnya sebesar 10 persen. Outlook pengembalian biaya operasi hingga akhir tahun diperkirakan melampui target APBN 2018, yaitu sekitar USD11,74 miliar.

"SKK Migas akan terus berupaya untuk mengoptimalkan penggunaan biaya operasi di sektor hulu migas, dengan prinsip efektif, efisien, dan tepat guna," pungkas dia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id