Harga Patokan Ekspor Produk Pertambangan Naik

Ilham wibowo 02 November 2018 10:50 WIB
eksporpertambangan
Harga Patokan Ekspor Produk Pertambangan Naik
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Jakarta: Fluktuasi harga internasional mempengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar untuk periode November 2018. Kondisi ini membuat sebagian besar komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan.

Ketentuan HPE ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 104 Tahun 2018, tanggal 26 Oktober 2018. Ketetapan dilakukan setelah memperhatikan usulan tertulis dan hasil rapat koordinasi dengan instansi teknis terkait.

"HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan yang disebabkan oleh adanya fluktuasi harga internasional. Hanya produk konsentrat timbal, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan nikel yang mengalami penurunan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan melalui keterangan resmi, Jumat, 2 November 2018.

Penetapan HPE ini berpedoman pada harga rata-rata tertinggi pada bursa internasional, harga rata-rata tertinggi Free On Board (FOB), harga rata-rata tertinggi yang berlaku di pasar dalam negeri atau harga rata-rata tertinggi di negara pengimpor produk pertambangan dalam satu bulan terakhir sebelum penetapan.

Beleid aturan digunakan sebagai dasar penetapan harga ekspor untuk penghitungan bea keluar oleh Menteri Keuangan berlaku terhitung dari 1 November 2018 sampai dengan 30 November 2018.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan bea keluar adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, kenaikan HPE dialami sebagian besar produk di periode November 2018. Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) pada periode November 2018 ditetapkan dengan harga rata-rata USD2.214,43 per WE atau naik sebesar 3,03 persen; konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata USD682,06/WE atau naik sebesar 8,03 persen, serta konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen) dengan harga rata-rata USD47,88 per WE atau naik sebesar 3,16 persen.

Kemudian konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata USD24,46 per WE atau naik sebesar 3,16 persen, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD28,59 per WE atau naik sebesar 3,16 persen, konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata USD320,98 per WE atau naik sebesar 0,66 persen, dan bauksit (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata USD27,73/WE atau naik sebesar 0,66 persen.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD822,10 per WE atau turun sebesar 2,08 persen, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata USD886,83 per WE atau turun sebesar 1,05 persen, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata USD204,66 per WE atau turun sebesar 0,58 persen, dan nikel (Ni < 1,7 persen) dengan harga rata-rata USD18,20 per WE atau turun sebesar 1,76 persen.

Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak mengalami perubahan.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id