Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah Sesuaikan Harga Solar di Tahun Depan

Ekonomi pertamina Solar
Suci Sedya Utami • 18 Juli 2019 13:32
Jakarta: PT Pertamina (Persero) bakal mengikuti arahan dari pemerintah terkait dengan kebijakan harga BBM subsidi jenis solar di 2020. Hal ini menyusul dipangkasnya anggaran subsidi solar untuk tahun depan.
 
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansyuri mengatakan pihaknya akan melakukan penugasan yang diberikan dari hasil kesepakatan antara pemerintah dan DPR. Pertamina, kata Pahala, menunggu kesepakatan dan penugasan tersebut.
 
"Tergantung kebijakan pemerintah dan juga dari DPR seperti apa nantinya. Kalau untuk penyesuaian harga kan tentunya Kita harus bicara dengan pemerintah," kata Pahala di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait dengan pemangkasan subsidi yang disebut akan mengganggu keuangan perusahaan, Pahala menjelaskan sebenarnya saat ini pun Pertamina menjual solar dengan harga eceran di bawah formula yang telah dibuat pemerintah. Artinya masih ada ruang untuk melakukan penyesuaian harga mendekati formula harga solar.
 
"Misalnya subsidi itu ada penurunan perlu kita lihat harga jual eceran dibandingkan formula untuk produk solar itu, sebetulnya kita masih menjual di bawah harga formula. Bahkan setelah adanya subsidi sebesar Rp2.000 (tahun ini) pun masih di bawah," jelas dia.
 
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan adanya penyesuaian harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di tahun depan.
 
Usulan tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam rapat kerja bersama dengan Komisi VII DPR. Usulan tersebut disampaikan Jonan agar bisa mendapatkan masukkan dari komisi sebab subsidi solar untuk tahun depan berkurang.
 
Dalam pembahasan di Komisi VII, subsidi solar disepakati maksimal Rp1.500 per liter. Namun ketika dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR, subsidi ditetapkan sebesar Rp1.000 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kesepakatan awal.
 
"Ini saya sampaikan saja karena saya dapat paparan dari menkeu tadi maksimal Rp1.000. Ini kalau sampai diketok tentunya mungkin kita akan lihat apakah perlu ada adjustment atau penyesuaian eceran di 2020 yang harga eceran Rp5.150 per liter sekarang," kata Jonan menyampaikan masukan tersebut di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif