RUPTL 2018-2027 Pangkas Pembangunan 21 Ribu MW Pembangkit
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018 memutuskan untuk menghapus pembangunan 21 ribu Megawatt (MW) pembangkit pada 10 tahun mendatang. Pasalnya, pembangunan yang realistis hanya 56.024 MW.

"Ini yang kita lihat bahwa lebih realistis dari kemampuan membangun ini semua. Kalau 10 tahun itu 56 ribu MW, setahun kira-kira 5-6 ribu MW," sebut Menteri ESDM Ignasius Jonan, di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa malam 13 Maret 2018.

Jonan menyebutkan dalam rencana pembangunan pembangkit 10 tahun mendatang jumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkurang sekitar 5 ribu MW, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) berkurang 10 ribu MW, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkurang 5 ribu MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebanyak 1.700 MW.

Sementara untuk pembangunan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) naik dari 1.200 MW di RUPTL sebelumnya menjadi 2 ribu MW di RUPTL 2018-2027. Pembangunan pembangkit EBT dikebut mengingat target penggunaan energi baru terbarukan dalam bauran energi sebesar 23 persen di 2025. Saat ini porsi EBT baru sekitar 12 persen.

"EBT lain malah tambah dari 1.200 MW menjadi 2 ribu MW. Itu kaya bayu, solar PV atau matahari, biomassa, dan biogas, itu nambah," ucap Jonan.

Meski terjadi pemangkasan pembangunan pembangkit, Jonan melanjutkan, tender pembangunan pembangkit yang sudah berjalan terus dikerjakan. Sedangkan rencana pembangunan yang dipangkas masuk ke dalam bagian potensin yang akan dikerjakan setelah 2028.

"Selisih antara 78 GW dan 56 GW itu masuk ke daftar potensi," ucap dia
 
Berikut rincian isi RUPTL2018-2027:
1. Proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik 6,86 persen.
2. Total rencana pembangunan pembangkit: 56.024 MW.
3. Target bauran energi pembangkit akhir 2025: batu bara 54,4 persen, EBT 23,0 persen, gas 22,2 persen, bahan bakar minyak 0,4 persen.
4. Total rencana pembangunan jaringan transmisi sepanjang 63.855 kms.
5. Total rencana pembangunan gardu induk 151.424 MVA.
6. Total rencana pembangunan jaringan distribusi sepanjang 526.390 kms.
7. Total rencana pembangunan gardu distribusi 50.216 MVA.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id