Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Proyek Gasifikasi Bisa Tekan Impor Elpiji 25%

Ekonomi pertamina
Annisa ayu artanti • 16 Januari 2019 21:28
Jakarta: PT Pertamina (Persero) memastikan jika proyek gasifikasi yang dijalankan bersama PT Bukit Asam Tbk dan Air Product berjalan lancar dapat menekan impor elpiji 25 persen.
 
Seperti diketahui Pertamina, Bukit Asam, dan Air Product akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) hilirisasi mulut tambang batu bara di Peranap Riau.
 
"Setelah nanti kita mulai memproduksi yang di Peranap ini maka kita sekarang yang masih impor 5,3 juta ton kalau kita di Peranap 1,4 juta ton berarti kita bisa mengurangi 25 persen," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati kata Nicke di Grand Hyatt, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengungkapkan adanya hilirisasi batu bara ini dapat menghasilkan DME untuk pengganti bahan baku elpiji yang sebagian besar masih diimpor. Selain itu, dia juga berharap adanya hilirisasi batu bara ini secara langsung dapat menghemat devisa negara.
 
"Hilirisasi yang dilakukan Bukit Asam ini diperkuat dengan total sumber daya batu bara sebesar 8,3 miliar ton dan total cadangan batu bara sebesar 3,3 miliar ton," kata Ariviyan.
 
Pengurangan impor direncanakan akan teralisasi dua tahun mendatang. Pasalnya, pihak Bukit Asam menargetkan pembangunan pabrik dilakukan selama 24 bulan atau dua tahun setelah pembentukan perusahaan resmi terbentuk.
 
"Lama pembangunannya kita harapkan bisa kita mulai setelah kita buat joint venture company dan 24 bulan kemudian kita harapkan pabrik ini bisa beroperasi," ucap Ariviyan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif