Pemerintah Beri Perpanjangan Kedelapan IUPK Sementara Freeport

Suci Sedya Utami 02 November 2018 16:23 WIB
kementerian esdmfreeport
Pemerintah Beri Perpanjangan Kedelapan IUPK Sementara Freeport
Ilustrasi tambang Freeport. (FOTO: AFP)
Jakarta: Pemerintah kembali memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sementara PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan perpanjangan tersebut telah diberikan sejak 1 November kemarin.

"Sudah diperpanjang satu bulan sampai 30 November 2018," kata Agung pada Medcom.id, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 2 November 2018.

Adapun, perpanjangan ini merupakan perpanjangan kedelapan. PTFI mendapatkan perpanjangan IUPK sementara pertama kali sejak 10 Februari 2017 hingga 10 Oktober 2017.

Kemudian diperpanjang hingga 31 Desember 2017. Lalu diperpanjang sampai 30 Juni 2018. Setelah itu, mendapatkan perpanjangan selama satu bulan hingga 31 Juli 2018, dan mendapatkan perpanjangan lagi hingga 31 Agustus 2018 serta 30 September 2018. Terakhir IUPK itu berlaku hingga akhir Oktober.

Perpanjangan IUPK sementara ini seiring dengan belum selesainya proses divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Sementara untuk IUPK permanen, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah baru akan mengeluarkannya setelah PT Inalum (Persero) menyelesaikan transaksi divestasi saham 51 persen. Inalum ditugaskan pemerintah untuk mengambilalih divestasi saham PTFI.

Setelah transaksi selesai dibayarkan tentu akan ada perubahan pemegang saham dalam tubuh perusahaan asal Amerika Serikat tersebut di mana mayoritas sahamnya akan dimiliki oleh Inalum.

"Kita tunggu PTFI mengirimkan surat kepada ESDM sebagai regulator untuk ubah pemegang saham. Lalu setelah itu kami bisa akhiri Kontrak Karya (KK) jadi IUPK. Kapannya, tergantung selesai pembayaran Inalum itu kapan," kata Jonan usai penandatanganan perjanjian terakhir dalam proses divestasi tersebut di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 27 September 2018.

Di sisi lain Inalum menargetkan akan merampungkan proses transaksi divestasi pada Desember tahun ini. Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, transaksi pelunasan pembelian saham itu akan dilakukan langsung kepada Freeport McMoran dan Rio Tinto. McMoran dan Rio Tinto merupakan pemilik 40 persen hak partisipasi pengelolaan tambang Grasberg di Papua.

"Rencananya Insyaallah akan kita selesaikan Desember antara dengan Rio Tinto dan Freeport,"‎ kata Budi.

Untuk pembelian saham Freeport Indonesia, jelasnya, perusahaan merogoh kocek USD3,85 miliar. Pendanaan diperoleh dari pinjaman perbankan asing yang ditargetkan akan dikantongi pada November 2018.

"Inalum akan finalisasi pendanaannya November sudah selesai, sehingga bisa melakukan penyelesaian divestasi di Desember," pungkas dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id