Usulan Harga Gas Mental, PLN Legowo

Suci Sedya Utami 29 November 2018 09:41 WIB
gaspln
Usulan Harga Gas Mental, PLN <i>Legowo</i>
Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: PT PLN (Persero) legowo dengan keputusan pemerintah yang tidak menerima usulan untuk mematok harga gas bagi pembangkit listrik sebesar USD6 per mmbtu.

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengatakan pihaknya mengikuti keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia mengaku tidak mengapa menggunakan tarif yang berlaku sekarang.

"Enggak apa-apa, kan kebijakan menteri. Kita ikut kebijakan menteri," kata Sofyan di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.

Namun demikian, kata Sofyan, bila mengikuti pergerakan harga gas di pasar, maka akan berpengaruh terhadap tarif listrik. Sehingga mungkin saja tarifnya berpotensi naik sesuai pergerakan harga gas.

Baca: Pemerintah Tolak Usulan Patok Harga Gas untuk Listrik

Sebab usulan untuk mematok harga gas dimaksudkan agar apabila harga di pasar fluktuatif maka tidak berpengaruh bagi PLN yang ujungnya tentu bagi tarif listrik.

"Kan kaitannya sama tarif adjustment. Ya, mudah-mudahan tidak naik," tutur dia.

Namun lanjut mantan Direktur Utama BRI ini, ia memastikan tahun ini tidak ada kenaikan tarif listrik.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sebelumnya mengatakan harga gas untuk listrik tetap diberlakukan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 45 Tahun 2017 Tentang Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Pembangkit Tenaga Listrik.

"Enggak direvisi. Tetap seperti Permen (peraturan menteri) yang ada yakni delapan persen dari ICP untuk gas di kepala sumur (well head) dan 14,5 persen (untuk gas pipa)," kata Arcandra.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id