Jonan Minta Daerah Kelola Sampah Menjadi Listrik
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Kementerian ESDM)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan program waste to energy merupakan kewajiban, khususnya untuk kota-kota besar di Indonesia. Adapun pemerintah pusat terus mendorong setiap kota atau daerah untuk menjadi kota yang besar dan modern yang salah satunya adalah pengelolaan sampah harus baik.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan pemerintah pusat terus mendorong setiap kota atau daerah untuk menjadi kota yang besar dan modern. Untuk itu pengelolaan sampah yang baik harus dilakukan yang salah satunya adalah dengan waste to energy yakni membuat sampah menjadi energi listrik.

Lebih lanjut, Jonan meminta kepada para kepala daerah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) didaerahnya masing-masing. Menurutnya baru beberapa kota yang sudah memanfaatkan sampah untuk listrik, salah satunya adalah Kota Surabaya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo dengan kapasitas 11 MW.

"Saya berharap khususnya kepada wali kota, kepala daerah, dan gubernur harus terus mendorong untuk membangun pembangkit listrik guna mengelola sampah secepat mungkin," tegasnya.

Menurut Jonan tantangan paling besar dalam pengelolaan sampah menjadi energi adalah karena setiap pemerintah daerah merasa bahwa sampah itu merupakan komoditi. "Jadi kalau dibangun PLTSa, malah yang bangun listrik itu yang harus beli sampahnya. Nah ini satu debat yang panjang sekali," imbuhnya.

Bagi pemerintah daerah yang berencana akan membangun PLTSa, Jonan memastikan, listriknya akan dibeli dan disalurkan ke dalam sistem transmisi dan distribusi PT PLN. Di samping itu, ia memberikan solusi jika daerah tidak ingin ambil pusing dalam pembangunan PLTSa, silakan mengirimkan surat kepada Jonan agar PT PLN yang membangun PLTSa tersebut.

"Kalau, misalnya, tidak mau pusing, tulis surat ke saya, bilang minta PLN yang bangun, nanti saya bikin keputusan biar PLN yang bangun. Nanti PLN terima sampah di depan pembangkitnya. Jadi tidak mengganggu. Kalau dulu ini anggaran pengangkutannya berapa, tipping fee dan lainnya," pungkasnya.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id