Illustrasi. Dok : MI/Ramdani.
Illustrasi. Dok : MI/Ramdani.

PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi di Sejumlah Daerah

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 28 Agustus 2019 05:35
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN sedang menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur baru untuk memperluas penggunaan gas bumi untuk mendorong sentra-sentra ekonomi baru di seluruh wilayah di Indonesia.
 
Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menjelaskan pembangunan berbagai infrastruktur gas menjadi prioritas utama PGN. Hal ini mengingat semakin besarnya kebutuhan energi yang lebih efisien di berbagai wilayah di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah yang selama ini belum terjamah gas bumi dan memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk pengembangan sektor kelistrikan, industri, transportasi, dan rumah tangga.
 
Rachmat mengatakan proyek yang sedang dalam masa penyelesaiaan yakni proyek Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 km. Dia bilang dengan kehadiran jaringan pipa gas berukuran 24 inchi ini diharapkan akan dapat menyalurkan gas untuk memenuhi kebutuhan Refinery Unit (RU II) Dumai.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rencana pengembangan pipa distribusi Dumai sepanjang 56 km untuk melayani kebutuhan industri, komersial dan rumah tangga di wilayah Dumai, Pekanbaru dan sekitarnya," kata Rachmat di Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah, PGN juga tengah membangun proyek pipa gas Gresik-Semarang sejauh 267 km yang akan mengalirkan gas dari Blok Jambaran Tiung Biru. Gas tersebut nantinya akan dialirkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok milik PLN. Selain itu, kehadiran jaringan pipa gas berukuran 28 inchi ini juga akan dapat menyalurkan gas untuk industri di wilayah Jawa Tengah.
 
Selanjutnya, PGN akan membangun pipa distribusi jalur Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 km dengan pipa berukuran 4-16 inchi sampai 2021 mendatang guna memenuhi pemanfaatan kebutuhan energi baik gas bumi.
 
"Jaringan pipa gas ini akan menjamin wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan. Infrastruktur ini juga dapat mendukung berkembangnya sentra industri baru di Jawa tengah sejalan dengan pembangunan tol Trans Jawa," tutur Rachmat.
 
Sementara di Jawa Timur, saat ini PGN tengah membangun fasilitas gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) Terminal dengan kapasitas 40 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) untuk meningkatkan realibility dan sustainability pasokan gas bumi yang mengalami kendala karena kondisi sumur gas yang ada. Hal ini untuk mengakomodir kebutuhan kelistrikan, industri dan retail di Jawa Timur yang meningkat.
 
Dia bilang koneksi infrastruktur gas bumi trans Jawa diharapkan akan tersambung sampai Jawa Barat dan Sumatera. Sehingga akan meningkatkan kehandalan pasokan serta perluasan pasar gas bumi untuk utilisasi gas bumi domestik.
 
Sebagai subholding gas bumi, PGN telah membangun lebih dari 10.000 km jaringan pipa yang melayani lebih dari 300 ribu konsumen dari berbagai segmen pasar. Serta mengelola jaringan gas milik pemerintah (jargas) sepanjang 3.800 km di berbagai daerah.
 
Berbagai infrastruktur yang dibangun PGN, termasuk infrastruktur beyond pipeline baik berbasis Compressed Natural Gas (CNG) maupun LNG di berbagai wilayah di Indonesia.
 
"Infrastruktur gas adalah kunci bagi optimalisasi pemanfaatan gas bumi yang berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak wilayah dan pasar. Selama lebih setengah abad, PGN telah membuktikan bahwa gas bumi lebih efisien, ramah lingkungan, dan ini adalah energi yang diproduksi di dalam negeri," tutur dia.
 
Sesuai rencana kerja PGN sampai tahun 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru di antaranya membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 km, tujuh LNG filling station untuk truk atau kapal, lima floating storage and regasification unit (FSRU), 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangkau wilayah geografis dengan karakteristik kepulauan di seluruh wilayah Indonesia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif