BPK Ungkap Adanya Potensi Freeport Rugikan Negara Rp185 Triliun

Eko Nordiansyah 22 Oktober 2018 20:57 WIB
freeport
BPK Ungkap Adanya Potensi Freeport Rugikan Negara Rp185 Triliun
Freeport. Dok: MI.
Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap adanya potensi kerugian negara oleh PT Freeport Indonesia sebesar Rp185 triliun. Kerugian ini datang akibat aktivitas pembuangan limbah yang dilakukan oleh Freeport.

"Jadi ada perubahan ekosistem karena aktivitas dan pembuangan tailing," kata Auditor Utama KN IV BPK Laode Nusriadi di Kantor BPK, Jakarta Pusat, Senin, 22 Oktober 2018.

Laode menyebut, potensi kerugian negara bisa saja hilang jika Freeport dapat menindaklanjuti temuan BPK. Pemerintah juga diharapkan bisa menerbitkan peraturan turunan dari Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Salah satu rekomendasi BPK kan pemerintah agar membuat peraturan terkait dengan jasa lingkungan. Nah itu sekarang sedang digarap juga. Kalau sudah jadi, baru jelas tindak lanjutnya," jelas dia.

Dirinya menambahkan, saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menindaklanjuti proses perizinan pinjam kawasan hutan oleh Freeport. Jika masalah ini bisa diselesaikan oleh Freeport maka tidak ada potensi kerugian negara.

"Itu belum diselesaikan oleh Freeport. Freeport belum memiliki izin itu. Nah itu yang dipermasalahkan oleh BPK. Sampai sekarang dalam proses tindak lanjut oleh kementerian dan lembaga terkait," pungkasnya.

Sementara itu, menurut dia, proses divestasi yang dijalankan antara pemerintah dengan Freeport tidak akan menghapus hasil pemeriksaan oleh BPK. Hanya saja dirinya tidak tahu apakah kewajiban itu masuk dalam proses divestasi atau tidak.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id