Freeport. Dok : AFP.
Freeport. Dok : AFP.

Bisnis Freeport Terus Berjalan Pascalongsor di Tembagapura

Ekonomi freeport
Suci Sedya Utami • 04 Maret 2019 21:13
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kegiatan operasional di PT Freeport Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya kendati dihantam peristiwa longsor.
 
Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Sri Rahardji mengatakan pada waktu kejadian para karyawan Freeport memang dievakusi sementara. Namun setelahnya operasiobal diteruskan kembali.
 
"Operasional lancar hanya memang saat terjadi longsor, pegawai-pegawai yang ada di situ dievakuasi," kata Sri di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 4 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini pihaknya masih melakukan investigasi terkait peristiwa longsor tersebut. Dalam laporan awal, kata Sri, longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Namun dirinya memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
 
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika, Papua, AKBP Agung Marlianto mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden longsor yang terjadi di Mile 74 Distrik Tembagapura, dekat pabrik pengolahan biji tembaga dan emas PT Freeport Indonesia(PTFI).
 
"Tidak ada korban jiwa maupun aset perusahaan yang mengalami kerusakan. Semua sudah ditangani dan pada Sabtu, 2 Maret 2019, pukul 17.00 WIT akses jalan yang sempat ditutup material longsor sudah bisa dilalui," katanya, di Timika, Minggu.
 
Longsor yang terjadi di dekat sarana vital PTFI tersebut akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Tembagapura dalam beberapa pekan terakhir.
 
"Kondisi di sana memang sangat rentan terjadi longsor karena curah hujan tinggi dan di sekeliling itu merupakan tebing batu yang setiap saat bisa saja terjadi longsor. Perusahaan sudah membuat langkah-langkah antisipasi seperti pembuatan teras sering untuk mencegah longsor dan pascalongsor, mereka sudah sangat tanggap," ujarnya.
 
Sementara itu terkait hasil investigasi longsor di wilayah tambang PT Arutmin Indonesia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh kelalaian dan pelanggaran prosedur kerja. Longsor di wilayah kerja ini menyebabkan dua orang meninggal.
 
Sri mengatakan perusahaan akhirnya dikenakan sanksi selema sebulan tidak beroperasi. Perusahaan harus melakukan perbaikan fasilitas dan keselamatan kerja selanjutnya. Hal itu pun telah dipenuhi.
 
"Waktu itu selama sebulan dari sejak terjadi kecelakaan sampai awal Februari. Sekarang sudah bikin perbaikan," jelas Sri.
 
Sebelumnya, longsor terjadi di mile post (MP) 74 Tembagapura, Papua pada Sabtu lalu. Akibanya para karyawan Freeport yang berada di kawasan tersebut dievakuasi.
 
Longsor terjadi pukul 12.25 WIT. Polisi pun menutup jalur yang menuju kawasan tersebut sementara demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Juru Bicara Freeport Indonesia Reza Pratama pun membenarkan insiden longsor tersebut. Di area yang terjadi longsor terdapat pabrik pengolahan.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif