Illustasi. Dok:AFP.
Illustasi. Dok:AFP.

Anak Usaha Pertamina Percepat Pengembangan Lapangan YY

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 25 Maret 2019 23:41
Kutai Kartanegara: PT Pertamina Hulu Energi Offshore West Java (PHE ONWJ) mempercepat pengembangan lapangan YY sebagai upaya meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) nasional. Anjungan lepas pantai YYA diberangkatkan Sail Away menuju lepas Pantai Utara Jawa Barat setelah sebelumnya diselesaikan oleh kontraktor EPCI PT Meindo Elang Indah di Handil-1 Fabrication Yard.
 
Seremoni Sail Away ini dihadiri oleh perwakilan SKK Migas, jajaran direksi PHE, manajemen PHE, serta PHE ONWJ. Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Agung Yusgiantoro menjelaskan lapangan YY ini adalah salah satu proyek yang secara ketat dipantau SKK Migas karena akan onstream tahun ini dan memberikan kontribusi dalam mencapai target produksi.
 
"Apabila dimungkinman, kita akan mendukung mendorong agar proyek ini dapat selesai lebih cepat," kata Luky dalam keterangan resminya, Senin, 25 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama PHE Meidawati menegaskan PHE ONWJ merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pertama di Indonesia menerapkan skema gross split. Proses pabrikasi anjungan lepas pantai YYA yang tepat waktu membuktikan pihaknya menerapkan gross split dengan tepat, sehingga segala sesuatunya lebih efisien.
 
"Hal ini juga membuktikan PHE ONWJ tetap semangat terus meningkatkan produksi migas nasional," kata Meidawati.
 
Pengembangan lapangan YY merupakan langkah nyata PHE, khususnya PHE ONWJ untuk mengejar target produksi. Anjungan lepas pantai YYA direncanakan terdiri dari tiga sumur dan slot dua sumur tambahan untuk mengantisipasi drilling pada masa mendatang.
 
"Perjalanan menuju lokasi pemasangan akan memakan waktu selama sekitar 7-9 hari, sehingga diperkirakan di awal April, pemasangan di anjungan lepas pantai YYA yang terdiri atas pile, jacket, dan topside termasuk boat landing anjungan sudah dapat dilakukan. Kami berharap pengembangan lapangan YY sesuai dengan timeline," ujar GM PHE ONWJ Siswantoro M Prasodjo.
 
Secara paralel dalam waktu yang bersamaan, yaitu sejak Januari hingga Februari 2019, telah terlebih dahulu dilakukan pemasangan pipa penyalur bawah laut sepanjang 13,5 km dari lokasi rencana anjungan lepas pantai YYA ke anjungan lepas pantai KLB.
 
Pipa bawah laut tersebut akan digunakan untuk menyalurkan minyak dan gas ke anjungan lepas pantai KLB yang selanjutnya minyak akan dialirkan ke central plant untuk pemprosesan dan dialirkan ke FSO Arco Arjuna. Sedangkan gas akan disalurkan ke anjungan lepas pantai Mike-Mike dan kemudian ke Muara Karang untuk didistribusikan ke konsumen.
 
Proyek dengan alokasi biaya USD85,4 juta dengan potensi cadangan minyak mencapai empat MMBO dan gas sebesar 21,2 BSCF direncanakan berproduksi pada akhir September 2019. Diharapkan nantinya lapangan YY akan menyumbang tambahan produksi minyak sebesar 4.065 BOPD dan gas bumi mencapai 25,5 MMSCFD.
 
Produksi dari lapangan YY akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif