Kebutuhan BBM di Bali Melonjak

Suci Sedya Utami 07 Oktober 2018 18:52 WIB
Gempa Donggala
Kebutuhan BBM di Bali Melonjak
BBM di Palu. Dok;Pertamina.
Denpasar: Pemerintah memastikan kesiapan PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan BBM saat pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 8-14 Oktober 2018. Kebutuhan BBM di Bali diperkirakan melonjak sebesar 30 persen dari hari biasanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Pertamina memperhatikan tingkat keamanan dari semua fasilitas BBM yang dimilikinya. Jonan bilang terutama Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM).

"Ini security untuk DPPU di bandara-bandara diupayakan untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Prosedur (masuk ke TBBM dan DPPU) harus ketat. Orang yang tidak dikenal tidak boleh masuk karena salah satu titik yang rawan adalah TBBM," kata Jonan dalam keterangan tertulis, Minggu, 7 Oktober 2018.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra menyampaikan puncak kebutuhan BBM diperkirakan akan terjadi antara H-7 dan H+7. Puncakdiperkirakan sekitar 4.000 liter per hari akan dikonsumsi pada tanggal 12-14 Oktober.

"Pada situasi normal, kebutuhan BBM di Bali sekitar 2.800 liter tiap hari. Kami perkirakan selama penyelenggaraan pertemuan IMF, meningkat menjadi 3.400 liter dan pada puncaknya tanggal 12-14 Oktober mencapai lebih dari 4.000 liter," kata Basuki.

Guna memenuhi kebutuhan BBM tersebut Pertamina menyiagakan lima TBBM dan dua DPPU. Di antaranya TBBM Sanggaran, TBBM Manggis, TBBM Reo, TBBM Maumere, dan TBBM Ende serta DPPU Ngurah Rai dan DPPU Labuan Bajo.

Pertamina juga akan memperkuat fasilitas tambahan penyaluran pada TBBM dan SPBU ring satu dari lokasi acara. Tujuh SPBU ring satu akan dijadikan SPBU kantong dengan masing-masing satu mobil tangki stand by yang di wilayah Badung dan Denpasar.

Khusus untuk avtur kenaikan diperkirakan mencapai 30 persen di DPPU Ngurah Rai. Angka ini didapat dari asumsi kenaikan penerbangan yang rata-rata sebelumnya 16 pesawat per jam menjadi 30-36 pesawat per jam. Kenaikan konsumsi BBM juga terjadi di DPPU Labuan Bajo. Hal ini dikarenakan kenaikan jumlah penerbangan menjadi 48 pesawat dari 15 pesawat per hari.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id