Realisasi Investasi Migas Diperkirakan Meleset di 2018

Nia Deviyana 09 November 2018 09:36 WIB
migasskk migas
Realisasi Investasi Migas Diperkirakan Meleset di 2018
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ciloto: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan investasi di industri hulu migas hingga akhir 2018 hanya mencapai USD11,2 miliar atau sekitar 79 persen dari target, dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia sebesar USD69,8 per barel.

Meski diprediksi tidak mencapai target sebesar USD14,2 miliar, namun nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan realisasi di 2017 yang sebesar USD10,2 miliar. Untuk memaksimalkan target tersebut, diperlukan penemuan cadangan raksasa (giant discovery) baru guna meningkatkan investasi sekaligus menjaga kelangsungan industri hulu migas.

"Ini karena beberapa proyek yang sudah mulai membangun fasilitas produksi (investasi di hulu migas meningkat dibandingkan dengan realisasi di 2017)," ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, dalam kunjungan kerjanya, di Cilotoh, Jawa Barat, Kamis, 8 November 2018.

Untuk biaya eksplorasi, pemerintah menetapkan komitmen kerja pasti yang harus dikeluarkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). "Nilai kumulatif komitmen yang ditetapkan dari 2019 hingga 2026 mencapai sebesar USD1,3 miliar," paparnya.

Amien menambahkan setidaknya ada dua hal yang menjadi parameter utama sebuah perusahaan bakal berinvestasi di proyek hulu migas, yakni persentase Internal Rate of Return (IRR) yang baik dan kepastian keberlangsungan proyek.

"Kalau dia investasi, berapa IRR yang didapatkan. Kemudian kepastian, termasuk kepastian hukum dan regulasi. Apakah aturannya yang diberlakukan akan berlaku terus, atau jangan-jangan ketika investasi malah diganti," pungkasnya.

Sampai dengan kuartal III-2018, SKK Migas mencatat, investasi di hulu migas baru mencapai 56 persen dari target.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id