Vice President Corporate Communication PTFI Riza Pratama. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Vice President Corporate Communication PTFI Riza Pratama. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Freeport Siap Ajukan Tambahan Kuota Ekspor

Ekonomi freeport
Suci Sedya Utami • 12 Juni 2019 16:36
Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) berniat mengajukan tambahan kuota impor konsentrat tembaga tahun ini ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kendati ada penurunan produksi usai transisi kegiatan tambang terbuka ke tambang bawah tanah.
 
"Penambahan kuota lagi disiapkan," kata Vice President Corporate Communication PTFI Riza Pratama di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
 
Namun Riza belum mau menyebutkan jumlah dari tambahan kuota tersebut. Dia mengatakan jumlahnya sangat tergantung dengan produksi yang bisa dihasilkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam masa transisi ini, produksi bijih atau ore tembaga PTFI pada 2019 akan merosot hingga sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu rata-rata produksi ore harian PTFI mencapai 182 ribu ton bijih, Di 2019 diperkirakan 90 ribu-100 ribu ton.
 
Sementara untuk produksi konsentrat PTFI direncanakan mencapai 1,3 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar satu juta ton akan dipasok ke dalam negeri, yakni PT Smelting Gresik sedangkan sisanya akan diekspor.
 
Ekspor PTFI tahun ini mengalami penurunan. PTFI telah mengantongi perpanjangan izin ekspor sejak 8 Maret 2019. Izin yang berlaku selama satu tahun ke depan tersebut memiliki kuota sebesar 198.282 wet metric ton (wmt).
 
Jumlah itu anjlok drastis, di mana dalam satu periode terakhir (15 Februari 2018-15 Februari 2019), jumlah kuota ekspor PTFI mencapai 1,25 juta wmt. Riza bilang, ekspor PTFI tersebut menyasar sejumlah pasar seperti Jepang, Korea, Tiongkok, dan India dengan kontrak yang dinegosiasikan setiap tahun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif