Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jonan: Subsidi Energi Makin Tepat Sasaran

Ekonomi subsidi bbm subsidi listrik
Ilham wibowo • 04 Januari 2019 18:22
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut subsidi energi saat ini telah dialihkan untuk belanja yang lebih produktif. Hasilnya, sasaran yang dituju terus diupayakan sesuai dengan porsi peruntukannya.

"Subsidi energi empat tahun terakhir dipangkas untuk belanja yang lebih produktif," ujar Jonan di ruang Sarula, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Sejak 2015 hingga 2018 subsidi energi secara kumulatif mencapai nilai total Rp477 triliun. Jumlah itu terbilang menurun tajam dibanding subsidi sektor serupa pada periode 2012 hingga 2014 yang tercatat mencapai angka Rp958 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Adapun sepanjang 2018 subsidi energi yang diberikan terealisasi sebesar Rp153,5 triliun. Jumlah tersebut meliputi subsidi BBM/LPG sebesar Rp97 triliun dan subsidi listrik Rp56 triliun. "Kenaikan subsidi energi 2018 cukup besar dibanding 2017 yang hampir naik 50 persen," ungkapnya.

Menurut Jonan kenaikan nilai subsidi ini bisa diimbangi dengan nilai hasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM. Realisasinya, kata dia, mencapai 181 persen dari target APBN 2018 atau meraup sebesar Rp217,5 triliun.

"Subsidi 2018 ini didanai oleh penerimaan yang naiknya banyak dari Rp120 triliun menjadi Rp217 triliun. Penerimaan negara juga hampir Rp100 triliun dibanding target," bebernya.

 


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi