Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)
Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)

Meski Melambat, Penjualan Listrik PLN Tumbuh 4,31%

Ekonomi listrik pembangkit listrik pln tarif listrik
Suci Sedya Utami • 17 Juli 2019 10:34
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) mencatat pertumbuhan penjualan listik sebanyak 4,31 persen di semester I-2019 yakni dari 112,46 terawatt hour (TWh) di periode yang sama tahun lalu menjadi sebesar 117,32 TWh. Meski tumbuh secara tahun ke tahun, tapi penjualan listrik itu tumbuh melambat.
 
Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN Djoko Abumanan menjelaskan pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan petumbuhan semester I-2018 yang sebanyak 4,71 persen secara tahun ke tahun. Pada semester pertama 2018, penjualan listrik tercatat sebesar 112,45 TWh dibanding periode yang sama di 2017 sebesar 107,41 TWh.
 
"Pertumbuhan penjualan listrik sampai Juni baru 4,31 persen," kata Djoko, di Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini pertumbuhan penjualan listrik ditargetkan mencapai 6,97 persen dengan volume sebesar 247,3 TWh. Artinya hingga pertengahan tahun penjualannya mencapai 45,5 persen dari target. Djoko merinci penjualan listrik ke pelanggan rumah tangga tumbuh 5,95 persen dari 47,5 TWh di semester I-2018 menjadi 50,29 TWh.
 
Pelanggan rumah tangga merupakan yang terbanyak mencapai 67,38 juta. Kemudian penjualan listrk ke pelanggan bisnis naik 5,75 persen dari 20,33 TWh menjadi 21,51 TWh. Jumlah pelanggan bisnis mencapai 3,68 juta. Lalu penjualan listrik ke pelanggan bisnis naik 1,28 persen dari 36,32 TWh menjadi 36,79 TWh.
 
Djoko mengatakan ada perbaikan penjualan listrik di sisi industri secara tahunan. Misalnya untuk golongan I3 penjualannya sebesar 8.471 gigawatt hour (GWh), sementara tahun lalu sebesar 7.975 GWh. Meski memang dibandingkan secara bulanan lebih rendah dari Mei yang sebesar 4.524 GWh.
 
"Ini disebabkan pada Juni ada libur Lebaran 11 hari. Jika tidak ada libur Lebaran konsumsi listrik I3 diperkirakan mencapai 5.084 GWh," tutur Djoko.
 
Lebih lanjut, jenis indstri yang mengalami peningkatan konsumsi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yakni industri plastik 15,3 persen, makanan dan minuman 12,2 persen, kertas 8,9 persen, besi dan baja 5,7 persen serta tekstil 2,5 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif