Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (MI/PANCA SYURKANI)
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (MI/PANCA SYURKANI)

KESDM Perkirakan Indonesia Defisit Gas di 2025

Ekonomi gas kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 01 Agustus 2018 13:29
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan Indonesia akan defisit gas di 2025. Artinya produksi gas nasional tidak mampu mengimbangi kebutuhan gas di dalam negeri. Meski demikian, Kementerian ESDM akan mengoptimalkan produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan tersebut.
 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyampaikan ada tiga skenario yang menjadi perhitungan dalam neraca gas yang dibuat dalam kurun waktu 2018-2027. Perbedaan skenario terletak pada asumsi permintaan atau kebutuhan. Jika melihat skema tersebut maka menunjukkan adanya kekurangan stok gas produksi untuk kebutuhan nasional.
 
"Kami mungkin memerlukan pasokan tambahan pada 2025," kata Arcandra, dalam acara Gas Indonesia Summit and Exhibition 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Namun, Arcandra menggarisbawahi, defisit tersebut belum tentu akan ditutup dengan mendatangkan pasokan dari luar negeri atau impor. Menurutnya defisit tersebut bisa ditutupi dengan mempercepat pengembangan lapangan gas Natuna Timur.
 
KESDM Perkirakan Indonesia Defisit Gas di 2025
Sumber: Kementerian ESDM
 
"Perhatikan bahwa saya menggunakan kata pasokan tambahan bukan impor, karena kami akan berusaha untuk memenuhi permintaan dengan menambah cadangan gas baru atau mempercepat pengembangan lapangan gas," tutur dia.
 
KESDM Perkirakan Indonesia Defisit Gas di 2025
Sumber: Kementerian ESDM
 
Lebih lanjut, dirinya mengatakan, impor merupakan jalan terakhir yang akan dipilih pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gas domestik. Pemerintah lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan domestik dari produksi dalam negeri.
 
"Kalau seandainya gas domestik tidak bisa dipenuhi dari dalam negeri maka pemerintah buka keran impor lewat LNG. Tapi yang jelas kebutuhan dalam negeri dipenuhi dulu dari produksi dalam negeri," pungkas dia.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif