Pembangkit PLN. MI/PANCA SYURKANI.
Pembangkit PLN. MI/PANCA SYURKANI.

Pembangkit Makin Sehat, Serapan Gas PLN Tertekan

Ekonomi pln
Suci Sedya Utami • 23 Mei 2019 20:13
Depok: PT PLN (Persero) mengklaim pembangkit listrik mereka saat ini sudah sehat dan bisa digunakan secara optimal. Optimalisasi pembangkit atau yang disebut dengan istilah nett plant hydrate akan membuat PLN makin efisien.
 
Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin mengatakan tahun ini upaya optimalisasi tersebut lebih bagus dibandingkan pada tahun sebelumnya. Optimalisasi itu pun berdampak kepada berkurangnya penggunaan gas sebagai bahan baku operasional pembangkit.
 
Penggunaan gas yang mengalami penurunan itu disinggung oleh Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). Menurut SKK, serapan gas PLN saat ini masih sangat kurang besaran dalam kontrak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekarang kita naikin efisiensi, efeknya penggunaan gasnya jadi tertekan," kata Amir di Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN di Gandul, Depok, Jawa Barat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Amir menjelaskan memang sebelumnya PLN memperkirakan akan menyerap gas dalam jumlah yang lebih banyak. Namun dalam perjalanannya penggunaannya bisa lebih hemat.
 
Kendati demikian, Amir memastikan pasokan gas yang telah dipesan oleh PLN di tahun ini apabila tidak habis terserap, maka bisa digunakan di tahun berikutnya.
 
"Kan bisa kita geser. Namanya gas make up, gas yang kita bayarkan sekarang meskipun kita tidak pakai nanti bisa kita pakai," jelas Amir.
 
Sebelumnya SKK Migas realisasi penyaluran gas untuk sektor kelistrikan belum sesuai kontrak. Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan alasan ketidaksesuaian tersebut lantaran adanya penurunan permintaan gas alam cair (Liqufied Natural Gas/LNG) dari PLN. Akibatnya, terjadi kelebihan stok LNG.
 
Dari permintaan awal sebanyak 17 kargo, PLN hanya mampu menyerap enam kargo LNG. "Kami harus menjual sisanya sebanyak 11 kargo," kata Sukandar.
 
Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko mengatakan penurunan permintaan kemungkinan lantaran PLN mengambil batu bara atau gas pipa.
 
"Kan memang Keputusan Menteri kita mengharuskan penggunaan gas pipa diutamakan dulu baru LNG," ujarnya. Rencananya, sebanyak 11 kargo LNG yang tidak terserap PLN akan dijual secara langsung. Salah satu calon pembelinya adalah Pertamina.
 
Berdasarkan data SKK Migas, realisasi ekspor LNG hingga April mencapai 35,9 kargo. Rinciannya, sebanyak 18,2 kargo berasal dari Bontang dan sebanyak 17,7 kargo dari Tangguh. Sedangkan realisasi LNG untuk domestik sebanyak 17,3 kargo. LNG diambil dari Bontang sebanyak 10,7 kargo dan Tangguh sebanyak 6,6 kargo.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif