Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Adimaja)

Konsumsi Pertalite di Bali Melonjak 43%

Ekonomi pertalite
08 Juli 2017 11:57
medcom.id, Denpasar: PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite mencapai 905 kiloliter (kl) atau melonjak 43 persen saat masa libur panjang Lebaran 2017 dibandingkan konsumsi harian normal.
 
"Pertalite mengalami kenaikan yang paking signifikan yakni 43 persen dari rata-rata 630 kl menjadi 905 kl per hari," kata Area Manager Communication and Relations Pertamina Marketing Operation Region V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Heppy Wulansari dihubungi dari Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 8 Juli 2017.
 
Menurut Heppy, dengan kenaikan konsumsi bahan bakar minyak dengan oktan 90 itu menandakan masyarakat semakin meminati pertalite saat tujuh hari sebelum dan tujuh hari setelah Lebaran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi itu berbanding terbalik dengan bahan bakar minyak jenis premium yang malah menurun signifikan yakni sekitar 28 persen menjadi sekitar 793 kl per hari dari rata-rata konsumsi normal harian mencapai sekitar 1.100 kl.
 
"Sedangkan untuk pertamax terpantau normal yaitu sekitar 700 kl per hari," imbuh Heppy.
 


 
Heppy menjelaskan, untuk bahan bakar lainnya seperti pertamina dex selama masa Lebaran mengalami peningkatan hingga 38 persen di atas konsumsi normal yaitu dari lima kl per hari menjadi rata-rata delapan kl per hari.
 
Sedangkan dexlite terpantau stabil pada kisaran 15-16 kl per hari dan solar mengalami penurunan yang signifikan yaitu 10 persen di bawah konsumsi normal.
 
"Penurunan ini seiring larangan beroperasi kendaraan berat menjelang dan pascaLebaran," tambah dia.
 
Dia memperkirakan tren kenaikan pertalite dan pertamax masih terus terjadi dan diprediksi konsumsi akan berangsur normal saat libur sekolah usai.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif