Implementasi Batu Bara DMO untuk Pembangkit Listrik Belum Efektif
Alat berat mengangkut batu bara (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menyatakan penggunaan batu bara Domestic Market Obligation (DMO) untuk pembangkit listrik belum efektif. Sebab, masih ada beberapa perusahaan batu bara yang tidak memberikan suplai batu baranya.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprapteka menuturkan perhitungan penjualan batu bara yang dipatok pemerintah seharga USD70 per ton dirasa belum memuaskan pengusaha batu bara.

"Dengan adanya DMO itu kan sebenarnya saat ini belum efektif diberlakukan. Belum. Karenanya hitung-hitungannya kemarin masih belum manis," kata Made, di Jakarta, Selasa malam, 22 Mei 2018.

Made menjelaskan seharusnya penggunaan batu bara DMO dapat membantu perusahaan menangani tarif listrik adjustment yang seharusnya meningkat akibat kondisi rupiah anjlok dan mencapai Rp14.200 per USD dan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di atas USD60 per barel.

Seperti diketahui perhitungan tarif listrik adjustment untuk 12 golongan ditentukan berdasarkan tiga faktor yaitu inflasi, kurs, dan ICP. "DMO memengaruhi. Sangat besar pengaruhnya," sebut Made.

Lebih lanjut, Made menuturkan, ada beberapa perusahaan batu bara yang masih tarik ulur dalam kewajiban menjual batu bara ke PLN. Hal itu yang menyebabkan implementasi DMO batu bara belum maksimal.

"Negosiasinya belum. Jadi masih ada tarik ulur," imbuh dia.

Padahal, masih kata Made, untuk tingkat kalori batu bara yang digunakan pembangkit liatrik tidak memiliki permasalahan. Pembangkit listrik yang beroperasi saat ini biasanya menyerap batu bara berkalori di bawah 5.000

"Enggak (ada masalah kalori). Kita yang low 4.000. Di bawah 5.000 lah. Yang 4.600 saja jarang-jarang kok," pungkas dia.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id