RUPTL Diteken, 10 Tahun Mendatang Pembangunan Pembangkit 56.024 MW

Annisa ayu artanti 13 Maret 2018 20:01 WIB
RUPTL Diteken, 10 Tahun Mendatang Pembangunan Pembangkit 56.024 MW
Listrik (ANT/Rosa Panggabean).
Jakarta: Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 pemerintah merancang sepuluh tahun mendatang pembangunan pembangkit listrik hanya 56.024 Megawatt (MW). Rancangan pembangunan itu lebih rendah dari pada RUPTL 2017-2026 sebanyak 77.873 MW.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan asumsi pembangunan pembangkit itu ditaruh dalam RUPTL lantaran melihat proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik yang diperkirakan selama sepuluh tahun mendatang hanya 6,86 persen. Sedangkan pada RUPTL 2017-2026 sebesar 8,3 persen.

"RUPTL 2018-2027 sudah dieksekusi pemerintah. Tidak banyak berubah, proyeksi pertumbuhan 6,86 persen. Total rencana pembangunan pembangkit 56 Gigawatt (GW)," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2017.

Selain itu, Jonan juga menyebutkan, target bauran energi pembangkit sampai akhir 2025 untuk baru bara sebesar 54,4 persen, 23 persen untuk energi baru terbarukan (EBT), 22,2 persen untuk gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 0,4 persen.

Lalu pada RUPTL 2018-2027 juga dicantumkan total rencana pembangunan jaringan transmisi sepanjang 63.855 Kms. Total rencana pembangunan gardu induk sebesar 151.424 MVA. Total rencana pembangunan jaringan distribusi sepanjang 526.390 Kms dan total rencana pembangunan gardu distribusi 50.216 MVA.

Menurutnya, semua rencana pembangunan itu sudah sesuai dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

(SAW)