Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Anggaran KESDM Langsung Dirasakan Masyarakat Pelosok

Ekonomi kementerian esdm
Ilham wibowo • 04 Januari 2019 19:56
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan alokasi anggaran kementeriannya digunakan untuk belanja infrastruktur. Masyarakat di wilayah pelosok menjadi target utama.

Dana belanja infrastruktur untuk masyarakat pada 2018 terealisasi sebesar Rp6,57 triliun. Porsinya meliputi konverter kit elpiji untuk nelayan, lampu tenaga surya hemat energi, sumur bor untuk daerah sulit air dan jaringan gas kota.

"Pembagian konverter kit sudah sesuai target yakni 25 ribu unit di 53 kabupaten kota pada 18 provinsi. Manfaatnya, alat itu mengurangi biaya operasional melaut hingga Rp50 ribu per hari dibandingkan dengan penggunaan solar," ucap Jonan di ruang Sarula Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jonan memaparkan, lampu surya gratis untuk rumah belum berlistrik juga telah terealisasi di 172.996 rumah pada 16 provinsi. Program ini sebagian besar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Papua dengan realisasi 152.754 rumah. "2017 terealisasi 79.556 rumah dan 2019 ini rencananya mengalokasikan untuk 98.481 rumah, jadi nanti totalnya bisa 351 ribu rumah bisa terang benderang," paparnya.

Lebih lanjut, program jaringan gas kota pada 2018 telah dirasakan 463.619 kepala rumah tangga. Manfaatnya yang dirasakan rencananya bakal terus ditingkatkan.

"Salah satu manfaat program ini mengurangi biaya rumah tangga Rp90 ribu per bulan anggaran elpiji. Tidak hanya itu, masyarakat juga merasakan jaringan gas lebih praktis, bersih, dan aman dibanding elpiji 3 kg dan tidak perlu menenteng tabung untuk isi ulang," tuturnya.

Program lain dari anggaran Kementerian ESDM, kata Jonan, yang langsung menyentuh masyarakat yakni sumur bor. Sampai 2018 telah dibangun 2.290 titik sumur bor air tanah yang mampu dinikmati 6,6 juta jiwa. Seluruh program tersebut dibiayai angaraan Kementerian ESDM yang pada 2018 menghabiskan Rp3,24 triliun.

"Total realisasi anggaran 2018 hingga 31 Desember sebesar 89 persen atau Rp5,85 triliun. Itu sudah baik dibandingkan tahun sebelumnya," pungkasnya.


(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi