Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Proposal Proyek Ultra Laut Dalam Dikebut hingga Kuartal I

Ekonomi migas kementerian esdm
30 Januari 2019 11:22
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjanjikan target penyelesaian proposal atau rencana pengembangan (plan of development/POD) proyek ultra laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD) di kuartal I-2019.
 
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan saat ini pihaknya masih menghitung komponen biaya yang harus dimasukkan dalam proyek tersebut. Dia bilang ada banyak komponen seperti cost of sell, perpajakan,, dan lain sebagainya.
 
"Bisa jadi kuartal I, onstream lebih cepat," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 29 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arcandra menjelaskan dalam hasil nantinya pemerintah tetap akan mengeluarkan Blok Makassar Strait dari proyek tersebut. Awalnya ada tiga blok yang masuk proyek IDD yakni Blok Makassar Strait, Blok Ganal dan Blok Rapak.
 
Pemerintah akan melelang Blok Makassar Strait sendiri namun dengan mengeluarkan lapangan West Seno. Lapangan tersebut akan dijadikan satu dengan Lapangan Bangka di Blok Rapak.
 
Lapangan West Seno nantinya akan tetap masuk dalam proyek IDD. Alasannya agar Chevron selaku operator tetap bertanggung jawab terhadap dana pascatambang (Abandonment and Site Restoration/ASR).
 
Dengan dipisahnya Makassar Strait, investasi Proyek IDD juga lebih efisien. Sebelumnya, proyek ini ditaksir menghabiskan biaya USD18 miliar, saat ini hanya USD5 miliar.
 
Data SKK Migas mencatat estimasi produksi proyek ini sebesar 1.120 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd) untuk gas dan 40 ribu barel per hari (bph) untuk minyak.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif