300 Ribu Rumah di Jabar 'Mencantol' Listrik Tetangga

Husen Miftahudin 20 Oktober 2018 20:21 WIB
listrikpln
300 Ribu Rumah di Jabar 'Mencantol' Listrik Tetangga
Ilustrasi. (FOTO: MI/Bagus Suryo)
Bandung Barat: General Manager Unit Induk Distribusi Jawa Barat (Jabar) Iwan Purwana menyebut ada sebanyak 422 ribu rumah masyarakat Jabar belum teraliri listrik. Sekitar 300 ribu di antaranya mencantol listrik ke tetangga.

"Survei 2016 ada 422 ribu rumah, tapi 70 persennya itu sudah nyala listriknya. Mereka mencantol," ujar Iwan di Puteri Gunung Hotel, Jalan Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung Barat, Sabtu, 20 Oktober 2018.

Saat disurvei kembali pada tahun ini, jumlah rumah masyarakat Jabar yang belum teraliri listrik menjadi 240 ribu. Menurut Iwan, sekitar 182 rumah terpaksa menyambung aliran listrik sendiri.

"Jadi selama dua tahun itu pelanggan yang tadinya tidak mampu, dia menyambung sendiri. Jadi sekarang sisanya 240 ribu (rumah yang belum dialiri listrik)," paparnya.

Iwan mengimbau agar masyarakat tidak mencantol dan menyambung aliran listrik secara normal ke PLN. Sebab mencantol listrik ke tetangga menimbulkan masalah ketenagalistrikan. Terlebih, biaya bulanan listrik secara normal lebih murah ketimbang mencantol.

"Pasang sendiri itu lebih murah berdasarkan hasil survei. Ada mereka yang bayar setiap bulan nyetor ke rumah induk Rp90 ribu. Padahal kalau dia gunakan sendiri hanya Rp40 ribu," bebernya.

Adapun sebanyak 100 ribu dari 240 ribu rumah yang hingga kini belum teraliri listrik mendapat sambungan secara gratis dengan daya 450 volt ampere (VA). Mereka mendapat sambungan listrik gratis dari program BUMN Sinergi. PT PLN (Persero) bersama 34 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) patungan untuk membiayai sambungan listrik warga Bumi Pasundan.

"Tahun ini kita target sambungan listrik gratis sebanyak 100 ribu rumah. Mereka yang nyantol itu masuk ke program yang dilistriki gratis, karena secara database mereka belum jadi pelanggan PLN," pungkas Iwan.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id