Asosiasi Batu Bara Tidak Kurangi Pasokan ke PLN
Batu bara. (ANT/Puspa Perwitasari).
Jakarta: Pengusaha batu bara Tanah Air berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ‎atau domestic market obligation (DMO) minimal 25 persen, meski terdapat disparitas harga untuk batu bara yang dipasok ke pembangkit listrik.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan perusahaan batu bara yang tergabung dalam APBI sudah berkomitmen untuk tetap memasok ke PLN, terutama yang sudah melakukan penandatanganan kontrak.

"Kami pun sudah mengimbau para anggota untuk mematuhi komitmen ke PLN, bahkan komitmen tersebut disampaikan juga oleh 15 perusahaan anggota kami dalam RDPU dengan Komisi VII DPR awal April lalu," ungkap Hendra, dalam keterangan resminya, Kamis, 26 April 2018.

APBI yang memiliki anggota 85 pelaku batu bara dan lebih dari delapan perusahaan besar memasok 80 persen produksinya ke PLN‎, menepis adanya kabar mengurangi pasokan batu baranya ke PLN.

‎"Kalaupun kemarin ada keluhan dari PLN, menurut kami data tersebut perlu diklarifikasi dan beberapa perusahaan yang telah dihubungin telah menyampaikan langsung ke PLN klarifikasinya," ucap Hendra.

‎Hendra juga meminta PLN untuk memperjelas, pembangkit listrik di wilayah mana saja yang diklaim pasokan batu baranya langka. "Diperjelas perusahaan apa saja yang seharusnya memasok ke pembangkit tersebut, karena sebagian PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) lain stoknya cukup baik," terang Hendra.

Adapun pemerintah baru-baru ini menerapkan harga khusus bagi batu bara yang dipasok ke pembangkit listrik dalam negeri. Hal tersebut sempat dikhawatirkan mengganggu pasokan untuk dalam negeri karena harga ekspornya bisa jauh lebih tinggi.

Seperti diketahui, dalam Kepmen ESDM No. 1395 K/30/MEM/2018, harga jual batu bara untuk PLTU dalam negeri senilai US$70 per ton untuk kalori acuan 6.322 kkal/kg GAR atau menggunakan HBA. Apabila HBA berada di bawah nilai tersebut, makan harga yang dipakai berdasarkan HBA.

Kementerian ESDM pun menetapkan jatah pembelian maksimal untuk batu bara bagi PLTU dalam negeri tersebut sebanyak 100 juta ton. Jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan batu bara untuk pembangkit yang tidak melebihi 100 juta ton per tahun.

"Pelaku industri memang menghadapi berbagai tantangan salah satunya dari sisi eksternal yaitu fluktuatifnya harga. Namun di sisi lain, untuk mendukung national interest (kepentingan nasional) kami sepakat terus berkomitmen guna memasok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri," pungkas dia.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id