Perpanjang Kontrak Blok Sengkang

Energy Equity Setor Rp1,43 Triliun ke Negara

Suci Sedya Utami 04 Desember 2018 17:11 WIB
kementerian esdm
Energy Equity Setor Rp1,43 Triliun ke Negara
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Pemerintah akhirnya memutuskan tetap memberikan hak kelola wilayah kerja Blok Sengkang di Sulawesi pada kontraktor existing, Energy Equity (Sengkang) Pty Ltd dengan skema bagi hasil atau gross split.

Kontrak Blok Sengkang akan berakhir di Oktober 2022. Perpanjangan diberikan selama 20 tahun hingga 2042. Kontraktornya pun telah menandatangani term and condition (T&C).

Keputusan ini memakan waktu yang cukup lama lantaran awalnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setuju memberikan hak kelola pada Energy Equity di blok tersebut. Namun di tengah jalan Kementerian ESDM mengurungkan niat dengan alasan masih memerlukan waktu untuk mengevaluasi kontrak selanjutnya di blok ini.

"Blok Sengkang sudah ditandatangani T&C. Kontraktor existing Energy Equity," kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 4 Desember 2018.

Arcandra mengatakan dari blok tersebut Energy Equity harus membayar sebesar USD100 juta atau setara Rp1,43 triliun pada negara dengan rincian komitmen kerja pasti (KKP) USD88 juta dan bonus tanda tangan USD12 juta.

Dia menjelaskan KKP tersebut nantinya bisa digunakan untuk dana eksplorasi bagi Energy Equity di blok existing atau blok lain (open area) serta untuk join study. Sementara bonus tanda tangan masuk ke kas pemerintah sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Arcandra mengatakan Energy Equity pun menyanggupi tawaran yang diberikan pemerintah untuk melakukan join studi di Blok Karaeng di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dirinya mengungkapkan saat kunjungan ke Jeneponto ia sempat melihat potensi Blok Karaeng. Saat itu pemda setempat memiliki inisiatif dan meminta pemerintah pusat untuk menawarkan kembali blok tersebut. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa pihaknya mengevaluasi keputusan sebelumnya.

"Mundur karena ada potensi mereka untuk eksplorasi di wilayah kerja terbuka, di Blok Karaeng. Kita minta mereka untuk join study di blok tersebut dan mereka menyanggupi. Karena join study itu sehingga KKP mereka naik menjadi USD88 juta," jelas Arcandra.

Sebagai informasi selama Januari-Juli 2018 Blok Sengkang rata-rata produksi sekitar 32  MMSCFD atau jika dianalogikan 1 MMSCFD dapat membangkitkan listrik sekitar 4 MW, sehingga jika 32 MMSCFD bisa membangkitkan 128 MW.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id