Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Produksi Gas Blok Corridor Dihentikan Sementara

Ekonomi skk migas
Suci Sedya Utami • 25 Februari 2019 19:30
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) menyatakan produksi gas di Lapangan Suban, Blok Corridor yang terletak di Sumatera Selatan dihentikan sementara.
 
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan penghentian tersebut dikarenakan adanya pemeliharaan yang dilakukan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pengelola blok tersebut, ConocoPhillips Indonesia Grissik Ltd (CPGS). Wisnu mengatakan pemeliharaan dilakukan selama satu pekan.
 
Wisnu mengatakan dalam laporannya pada SKK, CPGL menjelaskan pemeliharaan dilakukan demi tetap menjaga kehandalan pasokan gas dan perbaikan USM Valve Replacement. Pemeliharaan ini pun telah disampaikan perusahaan pada para konsumennya sejak Oktober lalu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Planned Maintenance ConocoPhillips (CPGL) dilaksanakan 23 Februari-1 Maret 2019 di Suban, dan 28 Februari 2019 di Corridor," ujar Wisnu, di Jakarta, Senin, 25 Februari 2019.
 
Akibat dari pemeliharaan tersebut, pasokan gas ke PT Chevron untuk kebutuhan operasi lifting sebesar 90 billion British thermal unit per day (BBTUD). Selain itu, pasokan ekspor ke Singapura sebesar 170 BBTUD tersendat. Demikian juga pasokan gas ke PLN mengalami kendala.
 
Demi mengantisipasi kekurangan pasokan untuk pembangkit di Batam, maka CPGL mengalihkan jatah ekspor ke Singapura untuk dialokasikan ke PGN. Dengan harapan apabila pasokan gas PGN mana maka PLN Batam tetap bisa beroperasi maksimal sehingga tidak ada pemadaman listrik.
 
"Untuk menambah pasokan gas ke Batam, khususnya sektor kelistrikan Batam dan Bintan yang masih kekurangan gas sebesar 10-17 BBTUD, CPGL menambah pasokan gas ke Batam dengan mengalihkan pasokan gas yang ke GSPL," jelas Wisnu.
 
Blok Corridor saat ini dioperatori ConocoPhilips dengan hak kelola 54 persen. Pemegang hak kelola lainnya adalah PT Pertamina (Persero)) sebesar 10 persen dan Repsol Energy 36 persen.
 
Kepemilikan hak kelola Repsol Energy awalnya tidak sebesar itu. Namun setelah membeli hak kelola Talisman Energy Inc senilai USD8,3 miliar, perusahaan asal Spanyol itu kini memiliki 36 persen dari blok tersebut.
 
ConocoPhilips mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Kontrak Blok Corridor berakhir 19 Desember 2023. ConocoPhilips sudah mengajukan proposal perpanjangan kontrak di Blok Corridor pada akhir September 2018. Selain ConocoPhillips, Pertamina mengajukan proposal mengelola Blok Corridor ke Kementerian ESDM.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif