Jonan Minta Perusahaan Batu Bara Taati Kontrak
Menteri ESDM Ignasius Jonan (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Semarang: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta para perusahaan batu bara menaati kontrak yang sudah disepakati, terutama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Komitmen tersebut menjadi penting guna mencapai target yang sudah ditentukan.

"Kalau implementasi harga batu bara yang ada patokan atasnya sudah jalan. Memang ada masukkan, sementara ini dari PLN," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan, seperti dikutip dari Antara, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 19 April 2018.

Hal itu diungkapkan Jonan saat meninjau Area Pengatur Beban (APB) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jateng. Rencananya, Jonan bakal mengundang Direksi PLN, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, dan Dirjen Ketenagalistrikan untuk membahas persoalan tersebut dalam waktu dekat.

"Intinya begini, saya sudah ngomong dengan perusahaan pengelola batu bara yang sudah besar-besar. Apa yang sudah dikontrak dengan PLN, baik dalam jangka panjang maupun pendek harus dipenuhi," tegasnya.

Para perusahaan pengelola batu bara, kata dia, tidak bisa kemudian bersembunyi dengan alasan Domestic Market Obligation (DMO). Sebab apa yang sudah disepakati dalam kontrak harus dilaksanakan.

"Tidak bisa kemudian bersembunyi di balik DMO-nya, 'Pak, DMO saya cuma segini, dan sebagainya'. Kalau sudah kontrak, ya, kontrak. Pertanyaannya, nanti kalau dilanggar bagaimana?," tegas Jonan.

Apabila ada perusahaan pengelola batu bara yang melanggar kontrak, Jonan memastikan akan membuat Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) mereka menjadi nol rupiah agar tidak usah lagi menambang.

"Kalau nanti dilanggar bagaimana? Nanti, RKAB-nya saya bikin nol tahun depan. Biar enggak usah nambang. Sudah begitu saja," pungkasnya.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360