Nasib Perpanjangan Dua Blok Migas Ini Ditentukan Akhir Juli
Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto. (FOTO: MI/M Irfan)
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tenggat waktu bagi kontraktor Blok Lapindo Brantas dan Blok South Jambi B untuk menyelesaikan persyaratan perpanjangan kontrak yang beberapa kali sempat tertunda.

Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto batas waktu hingga akhir Juli 2018 untuk menyelesaikan persyaratan. Untuk blok Lapindo Brantas dia bilang telah memiliki bonus tanda tangan (signature bonus) namun masih menunggu jaminan pelaksanaan (performance bond) yang menjadi syarat penandatanganan kontrak.

Sementara untuk Blok South Jambi B pihaknya sebenarnya telah meminta konfirmasi ke kantor pusat Petrochina di Beijing terkait kepastian kelanjutan kontrak tersebut dan juga pemenuhan persyaratan.

"Kita kasih waktu akhir bulan ini paling lambat telat bayar performance bond," kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 13 Juli 2018.

Bila dua kontraktor tersebut tidak juga menyelesaikan persyaratan sampai akhir bulan maka mereka tidak akan ada perpanjangan kontrak selanjutnya. Sebab kontrak kedua blok tersebut akan habis pada 2020.

"Ditarik saja (tidak diperpanjang)," tutur Djoko.

Adapun bonus tanda tangan Blok Lapindo Brantas mencapai USD1 juta. Komitmen kerja pasti lima tahun pertama blok ini dipatok sebesar USD115 juta.

Setelah kontrak berakhir blok tetap dikelola kontraktor existing. Adapun operator blok Brantas saat ini adalah Lapindo Brantas Inc dengan hak kelola 50 persen sementara mitra existing-nya adalah PT Prakarsa Brantas sebesar 32 persen dan Minarak Labuan Co, Ltd sebesar 18 persen.

Dalam kontrak baru Blok Lapindo Brantas nanti bagi hasil minyak di blok ini 47 persen untuk kontraktor dan sisanya pemerintah. Sementara gas yang jadi bagian kontraktor sebesar 52 persen sisanya untuk pemerintah.

Adapun untuk Blok South Jambi B bonus tanda tangannya ditetapkan USD5 juta. Sementara komitmen kerja pasti lima tahun pertama blok ini dipatok sebesar USD32,750 juta. Blok ini akan diserahkan kepada PetroChina. Bagi hasil gas untuk kontraktor di blok ini sebesar 53 persen sisanya untuk pemerintah.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id