Juru Bicara Freeport Riza Pratama. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Juru Bicara Freeport Riza Pratama. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

2023, Freeport Pastikan Smelter Beroperasi

Ekonomi freeport
09 Mei 2019 10:53
Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) masih optimistis pembangunan fasilitas pemurnian dan pengolahan (smelter) akan selesai pada 2023 sesuai dengan timeline.
 
Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengatakan hingga kini belum ada pembangunan infrastruktur pada proyek smelter tersebut. Namun perusahaan sudah melakukan persiapan seperti menstabilkan tanah, studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), dan engineering.
 
Setelah tuntas persiapan, lanjut Riza, perusahaan akan mulai melakukan groundbreaking di 2020. "Mungkin (2020 groundbreaking). Saya rasa sekitar segitu," kata Riza di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu malam, 8 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski berjalan lambat, Riza menuturkan pembangunan smelter sudah sesuai dengan rencana perusahaan. Menurutnya, pembangunan proyek smelter tidak bisa terburu-buru sebab persiapannya harus matang.
 
"Sudah ada jadwalnya. Misalnya persiapkan alatnya itu kan di Jepang sana, saya tidak tahu. Jadi nanti tinggal pasang. Jadi sudah ada timeline. Tidak seperti bikin rumah kita bisa cepat," ujar dia.
 
Dalam masa persiapan, Riza membenarkan terjadi perubahan teknologi provider. Sebelumnya untuk pembangunan smelter ini Freeport Indonesia menggunakan provider Mitsubishi, kemudian diganti menggunakan Autotec.
 
Lebih lanjut, jika pembangunan proyek smelter berjalan lancar, maka sesuai timeline smelter akan beroperasi pada 2023. "Kita dikasih waktu sampai 2023. Pemerintah juga tahu kita sudah punya timeline," ucap dia.
 
Freeport Berencana Buat Anak Usaha Operasikan Smelter
 
Setelah smelter beroperasi, Freeport Indonesia juga berencana membentuk anak usaha yang akan fokus mengerjakan smelter. Freeport Indonesia tidak keberatan untuk membuka diri dengan mitra dalam pembentukan anak usaha tersebut.
 
"Itu yang belum kita tahu karena mungkin ada partner yang mau, tapi mungkin akan PTFU sendiri. Tapi masih belum. Kita juga kan masih dulu mau ada kerja sama Amman juga tidak jadi. Yang penting komitmen kita bangun dulu," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif