Ilustrasi (MI/Galih Pradipta)
Ilustrasi (MI/Galih Pradipta)

2019, PGN Fokus Distribusi dan Pengelolaan Gas Nasional

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn)
Desi Angriani • 23 Januari 2019 07:45
Jakarta: Pembentukan induk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas membuat PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) lebih fokus pada pengelolaan dan distribusi gas nasional. Hal ini dipercaya membawa efek positif bagi ketahanan energi di Indonesia.
 
"Bagaimana kita nanti sebagai PT Gas Nasional bisa memenuhi kebutuhan energi, kita harus bisa kirim itu, efesien, dan kontribusi menjadi dukungan untuk daya saing nasional," ujar Direktur Komersial PGN Danny Praditya kepada Medcom.id, saat ditemui di acara HUT ke-49 Media Indonesia di Metro TV, Kedoya, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Dengan menjadi sub holding gas PGN akan menjadi satu-satunya entitas bisnis midstream dan downstream gas terbesar di Tanah Air. Karena itu harus didukung oleh fasilitas infrastruktur yang terintegrasi dengan industri komersial seperti PLN, PT Krakatau Steel, dan PT Pupuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana akses itu ditingkatkan, misal, infrastruktur harus disiapkan dan affordability dapat tercapai dengan terintegrasi. Tentunya dengan pasar dan volume lebih besar," ungkap Danny.
 
Adapun PGN berencana menambah 80 ribu jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di kabupaten/kota tahun ini. Penambahan tersebut untuk memenuhi target 4,7 juta rumah tangga yang tersambung dengan jaringan gas.
 
Perusahaan gas pelat merah ini juga terus memperluas jangkauan penyaluran gas bumi kepada pelanggan industri yang baru. Sepanjang 2017, perseroan berhasil menambah sambungan gas bumi ke pelanggan industri sampai dengan 114 industri.
 
Industri yang mendapatkan sambungan gas dari PGN tersebut tersebar mulai dari Sumatera bagian utara, Batam, Palembang, Lampung, Cilegon, Jabodetabek, Jawa Bagian Tengah dan Jawa Bagian Timur.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi