SKK Migas Maksimalkan Tenaga Kerja Asing

Nia Deviyana 09 November 2018 11:34 WIB
skk migas
SKK Migas Maksimalkan Tenaga Kerja Asing
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ciloto: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaksimalkan keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk membantu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Expat goes to Campus. Hadirnya program ini diharapkan dapat menjaga komitmen mahasiswa agar tidak beralih ke industri lain.

Manajer Senior SDM KKKS SKK Migas Daniel Kurnianto memaparkan program ini membawa ekspatriat ke kampus-kampus untuk memberikan kuliah singkat.

"Pernah kejadian pada 1998 mahasiswa Petrotek bekerja di bank. Kalau SDM enggak dijaga nantinya semakin banyak TKA di Indonesia," ujar Daniel dalam sharing session bersama media di Ciloto, Jawa Barat, Kamis, 8 November 2018.

Daniel memaparkan upah tenaga kerja asing di industri migas bisa delapan kali lipat dari pekerja lokal. Itu sebabnya, dibutuhkan SDM berkualitas yang lebih banyak untuk menekan penyerapan tenaga kerja dari luar.

SKK Migas juga mencanangkan program pengembangan karier internasional bagi tenaga kerja Indonesia mulai dari level junior, staf, hingga manajer untuk terus meningkatkan kualitas SDM.

Berdasarkan data SDMSO SKK Migas, jumlah tenaga kerja Indonesia di sektor ini terus mengalami penurunan. Rinciannya pada 2015 sebanyak 31.745 pekerja, pada 2016 sebanyak 29.863 pekerja, pada 2017 sebanyak 26.811 pekerja, dan pada 2018 sebanyak 24.739 pekerja.

Catatan demografi memperlihatkan penyerapan tenaga kerja Indonesia terbesar di Industri hulu migas ada pada fungsi operasional, dengan mayoritas berada pada usia produktif (36-50 tahun) sebesar 43,9 persen. Adapun 34,2 persen berada pada usia yang membutuhkan pengembangan.

"Makanya itu kita maksimalkan SDM supaya TKI kita setara dengan pekerja global," ujar Daniel.

Sementara untuk tenaga kerja asing, jumlahnya juga terus mengalami penurunan dengan rincian pada 2015 sebanyak 1022 pekerja, pada 2016 sebanyak 668 pekerja, pada 2017 sebanyak 405 pekerja, dan pada 2018 sebanyak 312 pekerja.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id